Saturday, September 24, 2011

Hola Friend How are you.

Hi friend!
I had finally hit rock bottom this helped me back to my feet now there is no turning back no pressure just check it out
http://www.fraza.ua/aw.php?punyq&ref=google.com&hdparm=twitter.com&u=http://wealth-jobs.net/esubmit/bizopp_main.php
c ya.

Sunday, June 28, 2009

Coba gunakan label

postingan ini untuk mencoba label: Contoh

Thursday, April 30, 2009

Nama Selanhit, hidup Nyelekit , Gara-gara Hutang.

Berikut ini adalah diskusi di milis TDA yang saya rangkum tentang Hutang.

 

Dear TDAers,

Kita semua pernah mendengar bunyi pepatah orang Amrik: "Your good name is your reputation" nama baik anda adalah reputasi anda. Oleh karena itu kita wajib menjaga nama baik kita dalam semua aspek kehidupan termasuk pinjaman modal untuk memulai usaha.

Sekarang ini banyak sekali orang memulai usaha dengan berhutang, berhutang memerlukan kecerdasan financial sewaktu mengelola hutangnya, sehingga hutang yang dipinjam dapat kembali sesuai jadwal yang direncanakan. Namun karena satu ajaran yang keliru bahwa "banyak hutang itu mulia", "hutang bank dibayar oleh bank", sehingga pada awal berbisnis namanya mulai meroket... 1 kios menjadi 2 kios...menjadi 3 kios..terus sampai sekarang sudah 6 kios.... tapi sejalan dengan itu hutang juga membesar...

Omzet penjualan sudah mencapai milyaran rupiah... namun tetap posisi hutang masih lebih besar daripada income, diluar sana nama sudah hebat.. tapi didalam perusahaan masih banyak yang perlu ditata dan ditata ulang terutama menyangkut pengelolaan hutang perusahaan. Untuk kasus seperti ini maka saya rasa perlu bantuan konsultan perencanaan keuangan perusahaan.

Melihat fenomena ini, banyak penusaha TDA yang namanya selangit, hidupnya masih nyelekit. Hindari manfaat hutang seminimal mungkin, sebisa mungkin memulai usaha jangan berhutang kalau tidak yakin benar bahwa hutang itu bakalan produktif dan akan menghasilkan lebih banyak uang. Jangan menggali lonag...kemudian gali lagi lobang yang lebih besar... ini boleh dilakukan untuk memperbesar kapasitas produksi.

Nama selangit, hidup nyelekit, mana ada yang mauuuuu???

Salam penuh sukses, penuh berkah,
FMN.
Hp. 0812 110 23 28

 

dear om fadel.. tulisan yg penuh pelajaran..

jangankan yg hutang ke bank, yg model bagi hasil spt saya aja berasa nyesek
di dada klo profit gw sesuai estimasi..

rasanya pgn saya balikin dana investor itu seandainya saya ada dana nya..

apalagi yg modalnya utang ke bank ya? argo kan jalan terus?

krisis akhir2 ini memang banyak pelajaran berharga untuk kita2 ini..
ternyata butuh pondasi yg kuat untuk bisnis yg tahan banting di era krisis.

alhamdulillah warnet2 kami bertahan, sementara yg lain bertumbangan (krn
model hutang mungkin spt pak fadel bilang)
alhamdulillah ISP kami juga bertahan, sementara yg lain bertumbangan juga..

setelah saya perhatikan, perusahaan2 yg kuat itu ternyata di mulai nya dari
nol.
berdasarkan inspirasi itu, kini perusahaan kami memiliki jargon internal
"Back to Basic"..
memulai efisiensi, kemudian para owner turun kembali ke jalan..
dan proses ini benar2 kami nikmati.. luar biasa rasanya

kebetulan kemarin ikut bang jay yg berdiskusi tentang Sekolah Monyet nya.
teman diskusi nya (hehehe disebut namanya ga bos?) punya konsep lain ttg
pelatihan kewirausahaan yg menyertakan lembaga keuangan untuk pemodalan
untuk pebisnis baru.

Saya dan bang jay ga setuju, klo mau mulai bisnis ya harus modal sendiri. ga
ada modal? jual hp, tv, dll bisa dijadiin alternatif.

uangnya terlalu sedikit? ya memang cuma sgitu kemampuan kita.. ga usah
maksa2..
insya allah sudah cukup untuk menjadi milyarder dalam paling tidak 7thn
perjalanan bisnis..

trima kasih om fadel atas sharingnya

 

Adzan Wahyu

 

saya pernah mengalami hal yang sama pak, hanya dalam waktu 1 tahun saya dapat melipatgandakan dari 1 menjadi 3 kios bahkan 4 kios. Pada saat itu ada temen yang mengingatkan bahwa sebagai pengusaha pemula kita harus hati-hati, bisa "over heating". mendengar itu saya tidak terlalu menggubrisnya, karena saya merasa enjoy dengan kios-kios baru saya yang didirikan hasil hutang. Namun, beberapa bulan kemudian hal ini terbukti benar....perlahan saya menutup kembali beberapa kios yang pernah saya buka karena tidak sesuai dengan harapan. dan sekarang cuma meninggalkan satu kios "yang paling tua".
Setelah saya konsultasi dengan para pengusaha yang sudah lebih berpengalaman, ternyata prosesnya memang begitu, setiap pengusaha hampir pasti mengalami kemunduran setelah maju sangat pesat dengan membuka beberapa kios. sepertinya hal ini alamiah.
Sekarangpun saya sedang coolingdown, memberesi sisa hutang yang tersisa. Tapi semua ini merupakan pelajaran berharga buat saya, berbisnis butuh kesabaran, kehati-hatian, perhatian penuh dan kontrol terhadap keuangan dan karyawan, disamping tentu saja harus tepat dalam pemilihan lokasi usaha dan strategi dagang.

Hutang tetap mulia, sepanjang dikelola dengan baik dan benar, sesuai dengan peruntukannya. Terkadang kita melakukan mark-up ketika mengajukan pinjaman, padahal cara tersebut tidak sehat buat keuangan perusahaan kita.
Saya tidak phobi dengan usaha hasil hutang, karena saya-pun memulai usaha 100% modal pinjaman dan sukses...tapi seiring dengan perkembangan usaha, fokus dan kontrol terhadap perusahaan melemah dan terbagi....
So....kesimpulannya .....dalam setiap pengembangan usaha....berikan fokus dan kontrol thd cabang baru sama dengan atau lebih besar dibanding fokus kita pada usaha sebelumnya.

Salam sukses

 

Ade Hidayat

 

Saya jadi ingat perkataan rekan saya yang pengusaha IT.

Teamnya semula berjumlah 30 orang, tapi karena perkkembangan yang pesat beliau menambah teamnya hingga mencapai ratusan orang.

End result :
Omzet meningkat, sebanding dengan tingkat kerumitan manajemennya akan tetapi secara profit relatif sama dengan keuntungan team dia yang 30 orang itu, kenaikannya tidak terlalu signifikan.

Profit is King says Mr. Brad.
Menjadi besar itu belum tentu menjadi lebih baik..

 

Y. Gautomo



Importing contacts has never been easier..
Bring your friends over to Yahoo! Mail today!

Tips penghasilan satu milyar per bulan (Sedekah, Orang tua, berbuat baik, wanita)



Assalamualaikum Wr wb

Baru dapat email dari temans yang begitu menyentak kesadaran dan kedirian kita sebagai manusia. Isinya juga selaras banget dengan semangat TDA.

Insya Allah bermanfaat.


Jangan berani atau menghardik orangtuan khususnya IBU dan tetaplah bersedekah dg ikhlas.

Di Fwd dari salah satu discussion board facebook;

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah."

Beliau mengambil napas sejenak.

RAHASIA KEDUA

"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".

Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "

Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....

KEDAHSYATAN SEDEKAH

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.

Kemudian mereka bertanya, 'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu besi'.

Para malaikat pun kembali bertanya, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu api'.

Bertanya kembali para malaikat, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu air'.

'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?' tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, ' Ada , yaitu angin'.

Akhirnya para malaikat bertanya lagi, 'Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.

Allah yang Mahakaya menjawab, ' Ada , yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya' ."

Subhanallah. ...

Salam Funtastic

Hari Dewanto

Buitenzorg City



Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

Friday, April 17, 2009

Kebijaksanaan Bertindak


Assalamu'alaikum wr. wb.


Seperti biasa secara rutin, sebuah sms yang menyejukkan datang suatu hari
dari guru spiritual saya, pak Yusef Hilmy.

"Kebijaksanaan adalah tahu apa yang harus dilakukan. Keterampilan adalah
tahu bagaimana melakukan. Dan kebajikan adalah melakukannya. Praktekkan
kebiasaan bertindak, karena tindakan yang paling sederhana selalu lebih baik
daripada niat yang paling hebat".

Sekali lagi beliau mengingatkan kembali mengenai pentingnya bertindak,
pentingnya mengambil action. Mungkin juga sebagai pengingat dari beliau
untuk saya bahwa segala tindakan saya ternyata belum sepenuhnya yang
terbaik. Memang :).

Banyak dari kita dengan mudah mengatakan 'saya sudah melakukan yang terbaik'
ketika mengalami kegagalan atau menghadapi hambatan. Sama halnya ketika kita
melihat di TV seorang artis mengatakan 'mungkin ini yang terbaik bagi kami'
ketika menghadapi kasus perceraian.

Terlepas dari bahwa jika itu memang kondisi sebenarnya namun apakah memang
benar demikian adanya ?. Apakah kita memang benar2 telah melakukan yang
terbaik ? Apakah itu benar2 sudah paling maksimal yang kita lakukan, udah
pol abis gitu loch. :)

Yang dikhawatirkan, itu hanyalah alasan semata karena kemalasan kita
melanjutkan action lanjutan demi perbaikan. Kekurang persisten dan
konsistenan kita. Sebuah tameng excuse bahwa sebenarnya yang kita angggap
tindakan terbaik ternyata hanya standar.

Hasil survey dan pengalaman mengatakan, biasanya penjualan closing pada
penawaran ke 5. Dan selama ini sepertinya kita sudah akan berhenti di
kesempatan ke 3 atau bahkan pertama kali ketika terjadi penolakan.

Dari 100 brosur yang kita sebar, prosentase ditanggapi adalah 5% nya saja.
Itupun belum tentu terjadi transaksi. Apakah kita menganggap 100 angka yang
besar ? Atau jangan2 kekecilan dan seharusnya kita menyebarkan 10.000
brosur.

'Telah melakukan yang terbaik' memang akhirnya menjadi sangat relatif. Si
Budi menganggap membuat online store, iklan tiap Senin, nyebar ratusan
brosur dengan desain super menarik, baca buku dan mengikuti seminar motivasi
... adalah yang paling terbaik yang telah dilakukan, tapi mungkin bagi si
Basri belum.

Lalu sampai dimana donk batas 'telah melakukan yang terbaik' itu ? Ya,
mungkin memang bisa kita anggap tidak ada atau gak perlu kita ucapkan karena
kita akan selalu dituntut untuk terus melakukan tindakan, walau mungkin
terlihat kecil dan remeh di mata orang lain. Continuous action.

Karena tindakan yang paling sederhana selalu lebih baik daripada niat yang
paling hebat.

Terima kasih pak Yusef, saya akan selalu mengingatnya.

Wassalam.

-Eko June-
www.ekojune. blogspot. com




Get back in touch.
Connect with your friends from Hotmail & Gmail today!

Monday, March 30, 2009

Surat untuk Saudaraku

   Latar belakang:

Ada seorang pembaca blog saya, yang menyampaikan email tentang kefrustasian yang dia alami. Dia adalah seorang yg baru memeluk agama yg saya anut, yang usaha nya saat ini belum berjalan dengan baik, dan mulai kembali mempertanyakan keadilan Tuhan.

Posting ini, adalah reply yg saya sampaikan kepadanya, sudah saya edit supaya netral dan bisa dibaca semua khalayak.

Salam,

--
Fauzi Rachmanto

http://fauzirachman to.blogspot. com
http://www.facebook .com/people/ Fauzi-Rachmanto/ 725399728

============ =========

Saudaraku ...

Saya dapat memahami perasaan Anda. Sesungguhnya bukan hanya Anda, saya pun dahulu juga telah mengalami ujian yang sama. Berusaha dan belum berhasil, tidak punya uang, justru banyak hutang, sudah saya alami.

Padahal sudah membuat daftar impian, tujuan yang pasti, sudah membuat strategi, sudah berani mengambil tindakan … Nekat malah, karena saya melepas pekerjaan saya demi bisnis. Bukan keberhasilan yang diraih, namun justru kesulitan demi kesulitan. Pada waktu itu pun, saya merasakan rasa frustasi yang luar biasa.

Saudaraku …

Pertama-tama harus kita pahami tentang sunatullah, ketetapan Allah yang berlaku sebagai hukum yang berjalan di alam semesta ciptaanNya ini. Ketetapan ini berlaku tanpa memandang siapa pun pelaku nya. Misalnya: hukum grafitasi. Benda apapun, jika dilepaskan akan jatuh ke permukaan bumi. Siapapun yang menjatuhkan benda itu, apapun agama nya, bahkan atheis sekalipun, benda tadi akan jatuh ke permukaan bumi. Karena demikianlah sunatullah nya.

Sunatullah yang lain adalah, siapa yang ingin berhasil dan berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mencapai nya, maka atas seizin Allah, keinginannya akan tercapai. Siapapun orangnya, apakah itu muslim, non-muslim, bahkan atheis sekalipun. Karena ini sudah merupakan sunatullah, sebagaimana hukum grafitasi. Maka saya tidaklah heran dengan keberhasilan Bill Gates ataupun Donald Trump, karena mereka memang melakukan usaha dengan sungguh-sungguh.

Lantas, mengapa ada orang yang sudah berusaha namun belum berhasil? Jika keberhasilan, sebagaimana grafitasi adalah sunatullah? Mengapa ini bisa terjadi? Pertanyaan nya adalah, betulkan ia sudah berusaha sesuai dengan cara-cara yang dilakukan orang yang berhasil? Jika belum, maka tentu saja dia masih belum akan mecapai keberhasilan. Sebagaimana kita melepas benda, namun benda tadi terikat dengan tali, maka hukum grafitasi bumi pun tidak bisa menarik benda tadi.

Lalu, bagaimanakah cara-cara orang yang berhasil itu? Keberhasilan orang-orang yang sukses dalam berbisnis itu meninggalkan jejak. Sehingga kita bisa mengikuti jejak-jejak tadi, untuk ikut mencapai kesuksesan.

Saudaraku, untuk memulai, sebagai tahap awal coba praktekkan beberapa sikap mental yang banyak kita temui pada orang-orang berhasil ini:

Ikhlas.

Orang yang berhasil, melakukan segala sesuatu dengan Ikhlas. Batin nya ikhlas, menerima apa yang telah Tuhan berikan untuk nya hari ini. Bahwa pasti ada kebaikan yang Tuhan semesta alam berikan hari ini. Sekalipun mungkin peristiwa hari ini "buruk" di mata kita. Karena buruk di mata kita, belum tentu buruk di mata Tuhan.

Alkisah, jaman dahulu kala, di sebuah kampung, ada seorang lelaki tua yang hidup dengan anak lelaki tunggalnya. Suatu ketika pemuda tadi jatuh dari kuda, dan kaki nya patah. "Malang benar nasib anakmu ..." Demikian kata orang kampung. Ternyata, keesokan hari nya, datanglah tentara kerajaan untuk mengajak seluruh pemuda yang sehat maju ke medan perang yang mengerikan, yang hampir dipastikan seluruh pemuda tadi akan pulang tinggal nama. Seluruh orang tua menangis meratapi nasib anaknya … Kecuali orang tua dari pemuda yang kaki nya patah tadi. Jadi sekarang siapa yang nasib nya malang?

"Kemalangan" ternyata hanyalah penilaian kita sebagai manusia yang lemah ini.

Jadi Saudaraku …. apakah hari ini usaha kita selalu gagal, banyak hutang, tidak punya uang? Saya yakin, pasti ada maksud baik Tuhan dari pengalaman kita hari ini.

Syukur.

Selain ikhlas, kita juga harus terima dan syukuri apa yang sudah kita alami dan miliki hari ini. Dan juga apa-apa yang sudah kita terima di masa lalu, dan apa yang akan kita terima besok.

Karena tidak ada guna nya batin kita menolak dan menyesali apa yang kita alami hari ini. Seringkali batin kita menjerit-jerit, "mengapa nasib ku seperti ini ….", namun hal ini malah akan memperkuat penderitaan kita. "What you resist persist ... "demikian pepatah kata. Makanya, orang yang mengeluhkan penderitaannya, biasanya penderitaanya semakin buruk. Yang mengeluhkan hutang, hutangnya makin banyak, yang mengeluhkan bisnisnya sepi, bisnisnya makin sepi, yang mengeluhkan tidak punya uang, uang nya makin sedikit.

Sebaliknya, orang yang bisa mensyukuri apa yang mereka terima hari ini, maka insyaAllah justru kenikmatan yang dia terima akan bertambah.

Jadi, saudaraku … Mulailah dengan mensyukuri apa yang saudaraku sudah miliki hari ini. Tidak hanya materi, namun juga kesehatan, cinta, pengetahuan, keluarga, dan sahabat. Banyak orang yang kaya materi namun tidak memiliki yang saya sebutkan tadi.

Lepaskan.

"Let it Go … Let it God". Kita diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Kaya, Maha Bijaksana. Maka lepaskanlah kembali semuanya kepada Dia. Kembalikan semuanya kepada Dia. Biarkan Tuhan yang mengatur hidup kita ini.

Kadang kita merasa lebih tahu dan lebih pintar dari Tuhan. Bahwa hidup kita harus seperti yang kita "tentukan". Padahal Tuhan lah yang menentukan hidup kita.

Banyak kejadian sudah saya alami. Bahwa di satu titik kita menemui jalan buntu, ketika seluruh logika dan nalar tidak mampu lagi mencari penyelesaian, penyelesaian justru datang ketika kita pasrahkan kembali permasalahan kita kepada Allah.

Sedih karena ditolak calon pelanggan? Wajar, namun lepaskan kembali pada Tuhan, siapa tahu Yang Punya Hidup punya skenario lain, yaitu memberikan pelanggan yang lebih baik.

Amanah.

Amanah adalah selalu bisa dipercaya, menepati janji dan menunaikan tanggung-jawab. Seringkali kita tergoda untuk tidak amanah pada saat kita mengalami perjalanan hidup yang sulit.

Kepercayaan yang diberikan kepada kita, dengan mudahnya kita sia-sia kan, demi keuntungan sesaat. Seringkali demi uang yang jumlahnya tidak seberapa.

Kalau kita berhutang, maka kita wajib berusaha membayarnya. Dengan segala usaha yang kita mampu.

Saya juga pernah mengalami tidak mampu membayar hutang seperti saudara. Namun, saya berusaha dengan menemui pemberi hutang, dengan sikap yang baik, untuk membicarakan kembali jadwal pembayaran hutang saya.

Bahkan, saya juga pernah menawarkan barter, menukar hutang saya dengan keahlian yang saya miliki. Dan berhasil.

Yang penting adalah berusaha untuk amanah. Karena buah dari amanah, adalah nama baik dan kepercayaan, yang selama nya akan menjadi modal utama dalam bisnis kita. Donald Trump, misalnya, berhasil bangkit dari keterpurukan, karena nama baik nya dalam bisnis masih dipercaya investor.

Dan yang terakhir saudaraku, adalah ...

Memberi.

Berikanlah apa yang saudara sedang cari. Karena ia akan kembali dalam jumlah yang berlipat-lipat. Jika saudaraku mencari cinta, maka berikanlah cinta. Jika Anda mencari ilmu, berikanlah ilmu. Dan jika Anda mencari uang, berikanlah uang …

"Power of Giving" sudah dibuktikan oleh banyak orang. Dengan memberi, maka kita akan menerima. Bukan sebaliknya.

Maka, Bill Gates pun tidak ragu menyumbangkan lebih dari 28 milyar Dollar kekayaanya, dan apa yang terjadi? Bill Gates makin kaya, bukan tambah miskin.

Dua minggu lalu, saya mengalami sendiri hal ini. Saya memberikan sejumlah uang melalui transfer bank. Dan di tempat parkir mobil, masih di bank yang sama, saya menerima pemberitahuan dari staff saya lewat telephone kalau kami menerima order, senilai 100 kali lipat uang yang saya berikan. Kekuatan memberi benar-benar terbukti.

Demikian yang dapat saya bagikan saudaraku …

Sikap mental Ikhlas – Syukur – Lepaskan – Amanah - Memberi, ini telah menolong saya di masa-masa sulit dahulu, dam semoga bisa membantu Saudara mencapai apa yang dicita-citakan. Amin.

Salam,

Fauzi Rachmanto



Search. browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel