Friday, November 21, 2008
Outliers
Jika selama ini kita membaca biografi orang-orang sukses dan kisah-kisah heroik mereka, kesan yang melekat adalah bagaimana mereka telah berhasil mewujudkan keberhasilan mereka dari nol, perjuangan tidak kenal menyerah yang mereka lakukan, dsb. Seolah-olah segala keberhasilan mereka adalah semata dari diri mereka sendiri. Dalam Outliers, Gladwell justru memberikan penyeimbang, bahwa selain faktor kemampuan diri mereka sendiri, ada faktor-faktor sosiologis di luar diri mereka yang berperan penting dalam kesuksesan mereka. Faktor-faktor inilah yang telah membuat mereka menjadi para Outliers.
Sukses instan vs aturan 10,000 Jam
Banyak orang yang membaca biografi Bill Gates secara salah. Mereka hanya melihat moment dimana Bill Gates memutuskan keluar dari Harvard dan mendirikan Microsoft bersama Paul Allen. Seolah modal Bill Gates waktu itu hanyalah tekad dan semangat saja. Padahal jauh sebelum itu, Bill Gates sudah mempersiapkan diri nya dengan “berlatih” menulis program selama lebih kurang 10,000 jam. Tidak percaya? Bill Gates sudah menulis program sejak di sekolah menengah, berkat perkumpulan orang tua murid sekolahnya yang berpikir kedepan dengan membelikan komputer “time sharing” yang terhitung mahal. Dan selepas sekolah menengah, Gates yang tinggal di dekat University of Washington dapat menggunakan komputer mereka yang nganggur antara jam 03 – 06 pagi. Berapa kira-kira total waktu “berlatih” Bill Gates sebelum memulai Microsoft? Bisa jadi sekitar “10,000 jam”.
Bagaimana dengan the Beatles? Band paling sukses di dunia hingga hari ini. Banyak yang melihat Beatles hanya pada saat mereka tenar dengan album-album legendaris seperti “Sgt. Peppers Lonely Hard Club Band” atau “White Album”. Tapi sesungguhnya, jauh sebelum mereka memperoleh kontrak rekaman pertama mereka, mereka telah menjalani latihan maraton yang panjang dan sulit. Selama 1960 – 1962 Beatles bermain untuk klub di Hamburg Jerman dan harus bermain selama 8 jam sehari, hingga 7 hari seminggu lamanya. Durasi yang panjang menyebabkan mereka harus memeras kreatifitas, memainkan bermacam genre lagu, memodifikasi lagu lama, hingga menciptakan lagu sendiri. Jika tidak, maka penonton bakal berteriak-teriak karena bosan. Masa-masa “10,000 jam” di Hamburg ini lah yang telah menempa John Lennon, Paul McCartney dan George Harrison dengan skill yang mereka butuhkan, menumbuhkan chemistry di antara mereka, dan kreatifitas nyaris tanpa batas yang kelak akan menjadikian musik Beatles memiliki spektrum yang sangat luas.
Kesimpulannya, Gates, Beatles dan juga para olahragawan professional, memiliki peluang yang lebih baik, karena mereka juga telah mengasah kemampuan mereka lebih lama dari orang kebanyakan. Gladwell memberikan ilustrasi yang sangat teliti, bagaimana pemain Hockey professional kebanyakan lahir pada bulan-bulan tertentu. Semata karena pada saat direkrut di usia dini, mereka beberapa bulan lebih tua dari pesaing-pesaingnya. Akibatnya mereka dianggap lebih mampu, memperoleh keistimewaan selama sekolah, dan berlatih lebih lama dibanding rekan-rekan seusianya. Merekapun memperoleh 10,000 jam nya secara lebih cepat dibanding orang lain.
Jenius Saja Tidak Cukup
Apakah Bill Gates jenius? Apakah John Lennon seorang jenius? Bisa jadi. Tapi bisa jadi juga tidak. Yang jelas Christopher Langan adalah manusia paling jenius dewasa ini. IQ nya mencapai 190. Bayangkan, Albert Einstein saja hanya 150. Untuk menguji kejeniusan Langan bahkan tidak cukup dengan test IQ standard, namun harus dengan test khusus untuk IQ sangat tinggi. Kecerdasan Langan sangat luar biasa. Bicaranya teratur dan runut, pengetahuan umumnya sangat luas, ingatannya sangat kuat, memecahkan soal matematika dengan mudah, dan sebagainya. Menurut Anda apakah profesi Langan saat ini? Ahli membuat roket? Bukan, dia adalah pengelola peternakan kuda.
Kejeniusan Langan nyaris tidak berarti apa-apa, karena sepanjang sekolah kegagalan demi kegagalan dialaminya. Berbeda dengan Bill Gates yang didukung keluarga dan teman-temannya. Langan menjalani masa remaja nya sendirian. Dan berusaha keras masuk ke perguruan tinggi yang disukainya, sendirian. Dan Langan tidak pernah berhasil. Ternyata para jenius tadi untuk berhasil juga butuh dukungan. Dalam bahasa Gladwell: “no one--not rock stars, not professional athletes, not software billionaires, and not even geniuses--ever makes it alone."
Christopher Langan memiliki keuntungan dibanding orang kebanyakan. Yaitu kecerdasannya. Namun kecerdasan tadi tidak membawanya menjadi orang yang berbeda dari orang kebanyakan. Tentu saja, kita semua membutuhkan tingkat intelegensi yang cukup untuk mencapai keberhasilan. Namun intelegensi yang mampu membawa Anda lulus sekolah sebenarnya sudah cukup. Jika IQ Anda di atas rata-rata teman sekolah Anda, itu adalah advantage, jika Anda bisa memanfaatkan. Sebagaimana Bill Gates memanfaatkan komputer di sekolah mahal nya waktu itu, atau the Beatles memanfaatkan peluang bermain di Hamburg.
Sukses Orang Pinggiran
Bagaimana jika kita tidak seberuntung Bill Gates yang orang tua nya “kebetulan” kaya, atau the Beatles yang “kebetulan” tinggal di Liverpool?
Joseph Flom adalah keturunan imigran Yahudi dari Eropa Timur yang tinggal di New York. Sangat cerdas, Flom lulus dari sekolah hukum Harvard pada tahun 1948 dengan cum laude. Tapi apakah mudah masuk ke firma hukum terkemuka bagi seorang keturunan Yahudi? Tidak. Bahkan kenyataanya tidak bisa. Pada waktu itu firma hukum terkemuka di AS hanya menerima pengacara muda dari kalangan kulit putih. Jika diterima Flom akan menjadi “makhluk aneh” ditengah-tengah pengacara yang sudah “seragam” dalam budaya. Joe Flom pun akhirnya masuk ke firma baru yang baru didirikan, dan belum memiliki klien ,Skadden & Arps. Waktu Flom menanyakan firma tadi berspesialisasi dalam kasus apa saja, pemilik firma menjawab, “kasus apa saja yang masuk dari pintu depan itu ...”
Begitulah, akhirnya Flom mengerjakan kasus apa saja. Utamanya kasus-kasus yang tidak akan ditangani firma besar: Proxy fights. Proxy fights adalah langkah yang dapat diambil pemegang saham perusahaan, yang meminta pemegang saham lain untuk menunjuk dia sebagai proxy untuk mengambil langkah tertentu, misalnya pergantian manajemen, dsb. Ini adalah “dirty jobs” yang tidak dikerjakan firma besar. Flom adalah jagoan dalam bidang ini, karena tanpa pesaing. Dan seiring dengan maraknya hostile takeover, reputasi Flom semakin berkibar. Memasuki tahun 1970-an, merger dan akuisisi mulai banyak terjadi di Wall-street. Pada saat itu, maka hanya satu nama yang dikenal cukup memiliki pengalaman: Joseph Flom.
Joseph Flom adalah Yahudi yang terpinggirkan di komunitas hukum Amerika Serikat. Namun justru hal ini membuatnya “terpaksa” berspesialisasi pada hal yang tidak dikerjakan oleh orang lain. Dan ketika kesempatan yang lebih besar datang, ia sudah berada disana. Ia adalah Outliers.
Warisan Leluhur
Gladwell juga tidak menyangkal, bahwa ada “warisan-warisan leluhur” yang melekat pada budaya kita yang dapat sangat mempengaruhi keberhasilan.
Korea Air (KAL) adalah salah satu maskapai penerbangan yang terkenal dengan safety yang tinggi. Merupakan member dari aliansi SkyTeam, sejak 1999 KAL tidak memiliki catatan buruk keselamatan. Bahkan tahun 2006 menerima Phoenix Award atas transformasi yg dilakukannya. Padahal sebelumnya Korea Air dikenal sebagai penerbangan dengan tingkat kecelakaan yang tinggi. Yang paling terkenal adalah crash Penerbangan KAL 801 di Guam pada tahun 1997. KAL sukses melakukan transformasi dengan mengevaluasi dan melakukan perubahan segala penyebab yang mungkin atas tingginya kecelakaan, dan salah satu point yang sangat krusial adalah: Budaya.
Pesawat terbang modern di desain untuk diterbangkan oleh lebih dari satu orang. Karenanya, Pilot akan dibantu oleh co-Pilot dan Flight engineer. Apa hubungannya dengan budaya? Dalam budaya Korea, adalah pantang membantah seorang pemimpin. Karenanya, seorang co-pilot akan patuh dan tidak berani menentang sang Pilot. Kalaupun menentang, mereka tidak berani menyampaikan secara to the point, namun dalam ungkapan yang ambigu. Dalam crash penerbangan 801, dari rekaman pembicaraan di cockpit jelas terdengar bahwa co-pilot tidak berani menyampaikan opini nya. Pada saat Pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan secara visual, flight engineer hanya berani berkomentar bahwa “Kapten, radar cuaca sangat membantu kita”. Alih-alih menyatakan:” Kapten sebaiknya kita tidak melakukan pendaratan secara visual”.
KAL membuktikan, budaya memang bisa sangat mempengaruhi keberhasilan. Namun, kita juga bisa melakukan perubahan atas budaya yang tidak kondusif bagi pencapaian keberhasilan.
Apakah dengan demikian budaya Asia secara umum tidak mengkondisikan ke arah keberhasilan? Tentu saja tidak demikian. Bahkan saat ini dunia sangat mengakui kemampuan orang Asia. Paling tidak dalam Matematika. Ya, dalam setiap kontes dan olimpiade Matematika, siswa-siswa Asia bisa dipastikan jauh lebih unggul dari siswa-siswa negara barat. Ini juga salah satu imbas dari warisan leluhur: Budaya Pertanian.
Petani Padi di Asia, ribuan tahun lamanya bekerja dengan cara berbeda dibandingkan bangsa Eropa. Di negara empat musim, praktis petani hanya dapat bertani pada 2 musim, dan sisa nya adalah menganggur. Demikian juga di negara-negara dengan malam yang lebih panjang, petani bekerja lebih singkat. Tidak demikian dengan petani di Asia. Para penanam Padi adalah orang-orang dengan ketekunan yang sangat tinggi, yang sanggup bekerja dari subuh hingga petang, sepanjang tahun. Ketekunan dan juga bahasa yang lebih akrab terhadap angka adalah kunci penguasaan orang Asia dalam Matematika. Coba saja bandingkan cara pengucapan bilangan belasan dan puluhan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Bahasa Inggris memiliki lebih banyak ketidak-teraturan dalam pengucapan.
Ketekunan para Petani Padi yang kental dalam budaya bangsa Asia, merupakan sumber yang akan membawa kemajuan Asia di masa mendatang. Seperti pepatah lama China yang dikutip oleh Gladwell: “No one who can rise before dawn, 360 days a year, fail to make his family rich ...” (FR)
Fauzi Rachmanto
http://fauzirachmanto.blogspot.com/
Wednesday, September 3, 2008
Pidato Sang pendiri Apple
Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-TitikSaya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namunsaya tetap berkutat di situ sampai 18 bulankemudian, sebelum betul-betul putus kuliah.Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir.Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan"dan memberikansaya kepada seseorang untuk diadopsi.Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, makasaya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjaklahir oleh seorang pengacara dan istrinya.Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran inginbayi perempuan.Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya,mendapatkan telepon larut malam dari seseorang:"kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat?Mereka menjawab: "Tentu saja."Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernahlulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamatSMA.Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi.Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua sayaberjanji akan menyekolahkan sayasampai perguruan tinggi. Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah.Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnyadengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanyapegawai rendahan-habisuntuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya.Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya danbagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya.Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tuasaya seumur hidup mereka.Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik.Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagaikeputusan terbaik yang pernah saya ambil.Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidaksaya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kossehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya.Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untukmembeli makanan.Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapatmakanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya.Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahudan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.Saya beri Anda satu contoh:Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam halkaligrafi. Di seluruhpenjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangatindahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Sayamemutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajarjenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antarkombinasi kata dankiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasakeindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangatmenakjubkan.Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupansaya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputerMacintosh yangpertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yangbertipografi cantik.Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akanmemiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentukdan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PCyang seperti itu.Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelaskaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah.Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu sayamasih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segalasesuatunya menjadi gamblang.Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat kedepan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung kebelakang.Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akanterangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi,takdir,jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan iniefektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.
Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Wozdan saya mengawali Appledi garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun.Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kamiberdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan.Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahunsebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30.Dan saya dipecat.Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah,itulah yang terjadi.Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangatberkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya.Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar.Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depandan kami sulit disatukan.Komisaris ternyata berpihak padanya.Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masadewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya-saya gagal mengambil kesempatan.Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atasketerpurukan saya.Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk laridari Silicon Valley.Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masihmenyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidakmengubah saya.Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta.Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadaribahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya.Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagaipemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas.Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT,lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewayang kemudian menjadi istri saya.Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasikomputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasipaling sukses di dunia.Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dansaya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXTmenjadijantung bagi kebangkitan kembali Apple.Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakintakdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya.Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangankepercayaan.Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalahkarena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harusmenemukan apa yang Anda sukai.Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. PekerjaanAnda akan menghabiskan sebagian besar hidupAnda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakansesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apayang Anda sukai.Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah.Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya.Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakinmesra Anda dengannya.Jadi, teruslah mencari sampai ketemu.Jangan berhenti.
Cerita Ketiga Saya: KematianKetika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebihberbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hariitu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar." Ungkapanitu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahunterakhir,saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri:"Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apayang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak"dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang sayatemukan untuk membantu membuat keputusan besar.Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan,takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian.Hanya yang hakiki yang tetap ada.Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untukmenghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Andatidak memiliki apa-apa.Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Sayamenjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelasmenunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apaitu pankreas. Para dokter mengatakan kepada sayabahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapanhidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan.Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segalasesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati.Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menitsegala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang.Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluargaAnda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut.Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu keperut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya danmengambil beberapa sel tumor.Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwaketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwajenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasidengan operasi.Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekatsaya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan denganyakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah halyang berguna:Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surgapun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya.Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak.Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik darikehidupan.Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkiruntuk digantikan yang muda.Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain.Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasilpemikiran orang lain.Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengarkata hati Anda.Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati danintuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan.Semua hal lainnya hanya nomor dua.Ketika saya masih muda, ada satu penerbitanhebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satubuku pintar generasi saya.Buku itu diciptakan oleh seorang bernama StewartBrand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park , dan diamembuatnya sedemikianmenarik dengan sentuhan puitisnya.Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing,jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid.Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiranGoogle: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapanhebat.Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole EarthCatalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisiterakhir.Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda.Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan dipagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang.Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Jangan PernahPuas. Selalu Merasa Bodoh).Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka.Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu.Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru,saya harapkan Anda juga begitu.Stay Hungry. Stay Foolish.(Diterjemahkan oleh Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggidi Australia )
Wednesday, July 16, 2008
Ikhlas dan Bersyukur
Ketika istriku sakit dan masuk rumah sakit, saya merasa susah. Tapi belakangan saya bersyukur. Bersyukur bahwa saya sendiri masih sehat walafiat, coba kalo saya yang sakit, betapa susah jadinya. Jika saya merasa susah dengan kondisi istri yang sakit, maka saya kurang bersyukur. tak terhingga nilainya kesehatan ini Ya Allah.
Saya juga merasa selama ini, ketika istriku sehat, saya kurang bersyukur di karunia dia sebagai istri. Tak bisa dibayangkan seandainya ia tiada. Betapa berartinya kehadirannya di sisiku.
Selama ini saya punya mobil, futura tahun 2002. Tapi hati ini merasa seolah-olah mobil itu bukan suatu barang yang berharga. namun akhirnya Allah mengingatkan. Pada saat Jumatan minggu lalu mobilku hampir saja dicuri orang. Pencuri merusak kunci pintu sebelah kiri depan. Pencuri sudah berhasil masuk ke mobil dan sudah berhasil membuka kabel kunci kontak. namun dia gagal karena mobil saya dilengkapi saklar rahasia. Tak terbayang senadainya mobil saya tersebut raib. Sangat sulit untuk membelinya kembali. Saya bersyukur memiliki mobil tersebut. Mobil tersebut sangat berharga.
Akhirnya sayapun sangat bersyukur bahwa saat ini saya memiliki rumah, walaupun sederhana. Tak terbayang seandainya Allah mengambil semua kenikmatan itu.
Ya Allah, segala puji bagimu, Alhamdulillah, atas segala kenikmatan yang telah engkau berikan kepada kami.
Ketika sholat malamku terasa hambar, tidak mempunyai efek bagi perbaikan diri, saya tengok hati nurani yang paling dalam. Ternyata saya melakukannya belum ikhlas. Masih ada pamrih terhadap manusia. Padahal sebenarnya saya ingin menjadi orang baik bukan karena biar diangggap baik oleh ornag lain, tapi dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan diharapkan dapat menghantarkan kita lebih dekat dengan Allah.
Ya Allah ampunilah hambamu ini atas segala kekhilafan hamba selama ini. Hanya istighfar yang dapat hamba ucapkan dihadapanmu. Astaghfirullahal 'adhiim.
Thursday, July 10, 2008
Ingin Luar Biasa? Lakukanlah Kebiasaan Luar Biasa.
1. Pemahaman
2. Pelatihan
3. Kebiasaan
4. Karakter
5. Keberhasilan
Pemahamam:
Pemahaman bisa diperolah dengan membaca buku, mengikuti seminar, Forum Jumat sore, diskusi dll. Ini merupakan langkah awal menuju keberhasilan. Semua orang dapat melalui tahap
ini dengan mudah. Pada tahap ini, logika alam sadar kita akan berperan lebih dominan dibanding alam bawah sadar kita. Untuk menjadi luar biasa, maka fahamilah bahwa kita betul-betul punya potensi untuk menjadi luar biasa.
Pelatihan:
Langkah kedua adalah pelatihan, baik secara formal maupun non formal. Pelatihan merupakan aplikasi dari pemahaman yang baru diperoleh alias take action. Banyak orang sangat faham bahwa merokok, dari sudut pandang manapun, merugikan kesehatan. Namun tidak banyak orang yang sanggup meninggalkannnya begitu dia faham hal tersebut. Atau beberapa orang berhasil meninggalkannya hanya dalam beberapa hari, minggu, bulan ataupun tahun, tapi akhirnya kembali kepada kebiasaan lama. Atau banyak orang sadar bahwa bangun pagi dan sholat shubuh sangat utama tapi sulit untuk mengamalkannya. Oleh karena itu, tingkat keberhasilan tahap ini sangat tergantung tekad atau keinginan orang yang bersangkutan. Untuk menjadi orang luar biasa, latihlah diri kita dengan hal-hal luar biasa. Jangan melakukan hal yang biasa-biasa saja. Latihlah dengan melakukan hal kecil tapi luar biasa. Bagaimana caranya agar tekad atau keinginan kita tetap kuat? Kembali ke tahap pertama, tambah pemahaman kita terus menerus, lakukan afirmasi diri.
Kebiasaan.
Dalam tahap latihan, kita dengan memaksakan diri bisa melakukan hal-hal luar biasa dalam beberapa hari ataupun bulan. Kalo kita bisa mempertahankan melakukan hal-hal luar biasa dalam jangka panjang, maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan. Kalo sudah menjadi kebiasaan, maka hal tesebut akan terasa ringan bagi kita walaupun bagi orang lain hal tersebut menjadi luar biasa. Ketika sesuatu sudah mejadi kebiasaan, mulailah otak bawah sadar turut berperan. Semakin lama kita bisa mempertahankan kebiasaan ini, semakin dalam akan tertanam di dalam otak bawah sadar.
Karakter:
Segala sesuatu hal yang sudah tertanam di dalam otak bawah sadar kita, maka hal tersebut akan menjadi karakter baru kita.
Keberhasilan:
Jika kita telah memiliki karakter atau sifat-sifat seorang yang sukses, maka secara otomatis keberhasilan akan datang dengan sendirinya.
Monday, June 30, 2008
Jilbab Yasmin Sebagai Awal Mulanya
Sebagai hasil sampingan dari berjualan rambutan adalah kita mengenal tetangga sesama penjual yang berjualan jilbab anak dengan merk Yasmin. Dia memberikan kartu namanya, lokasinya ada di Tambun Bekasi. Dia bercerita kalo dia produksi sendiri jilbabnya, dan dia supply jilbab dewasa ke tanah Abang dengan merk Dannisa. Saya pikir ini peluang. Karena saya mendapatkannya langsung dari pihak produsen, pasti harganya paling murah.
Karena masih terdorong oleh semangat berjualan rambutan sebelumnya, pada minggu berikutnya, tanggal 3 Februari 2008, kita pergi ke Tambun ke tempat produsen Jilbab Yasmin. Saya saat itu punya bayangan tempatnya cukup besar, berupa toko busana dan perlengkapan muslim, dimana kita bisa melihat-lihat dan memilih barang-barang dengan leluasa. Sesampai di sana, ternyata tempatnya adalah rumah tinggal dimana di bagian belakangnya dijadikan tempat produksi sengan jumlah mesin jahit sekitar 12 buah. Sedangkan showroomnya adalah ruang tamu kecil dengan sebuah rak display yang memuat beberapa jilbab.
Karena barang tidak tersedia, kita harus pesan dulu. Akhirnya kita pesan jilbab anak no 0 s/d no 3 masing-masing satu kodi. Total harga adalah Rp 950.000,-. Barang selesai direncanakan hari jumat, 8 Februari 2008.
Karena pada Hari Minggu, 10 Februari akan ada acara seminar kecantikan buat ibu-ibu di cileungsi, kita rencanaya akan mengambil barang kembali hari sabtu, satu hari sebelumnya, dan besoknya kita berenana untuk ngelapak lagi jualan jilbab pada acara tersebut.
Jualan Rambutan Di Puncak, GAGAL.
7 Febrauri jualan rambutan di cipanas. Modal 220 rb kembali 210 ribu.
10 Februari ambil Yasmin
16 Februari survei lokasi Kantor pusat Jilbab Zahrah di depok.
17 Februari mengunjungi dealer Rabbani di Griya Bukit Jaya dan menjadi sub agen.
setelah menjadi Sub agen Rabbani, muncullah ide untuk buka toko di tempat strategis, namun karena modal tidak punya, akhirnya kita cari-cari info untuk pinjam uang dari bank jabar. Sementara utang yg lama tinggal 2 bulan lagi. Ternyata bisa.
17 Maret bertransaksi sewa kios 3x3 di pinggir jalan, gandoang, 4,5 juta.(menggunakan uang tabungan anak, karena uang pinjaman baru dalam proses. disinilah muncul kekhawatiran pinjaman tidak disetujui)
7 April Hari pertama buka toko.
11 April Uang dari bank Jabar cair.
Wednesday, April 9, 2008
DARI JUAL RAMBUTAN SAMPAI BUKA TOKO
Singkat cerita, akhirnya saya ajak istri untuk cari rambutan yang memang banyak di daerah sini. Dari beberapa penjual rambutan yang ada disepanjang jalan cileungsi-Jonggol, kita tertarik dengan salah satunya yang memiliki rambutan cukup banyak. Setelah tawar menawar akhirnya kita beli sebanyak 200 ikat rambutan seharga 250 rb. Rambutan sebanyak itu cukup untuk memenuhi bagian belakang mobil Futura saya. Kemudian kami mampir dulu ke rumah sebentar untuk mengantarkan anak pulang dan mengambil barang-barang yang bisa dijadikan untuk jualan al: tikar, keranjang yang selama ini dipakai buat pakaian, tempat mainan anak2, dan koran.
Maka berangkatlah kita ke Monas. Sampai di Cileungsi sudah masuk waktu sholat dhuhur. Rombongan bis sudah berangkat duluan. Kita berhenti dulu di masjid untuk sholat dhuhur. Kemudian kita lanjutkan perjalanan menuju Monas. Sepanjang perjalanan berbagai pikiran dan perasaan muncul, ragu-ragu, malu, nanti disananya gimana, tempatnya gimana, bawanya gimana, dll. Namun satu hal yang menguatkan saya bahwa resiko terjeleknya adalah saya kehilangan uang 250 rb dan rambutan bisa dibagi-bagi ke tetangga.
Sampai di Monas jam 13.30, belum terlalu terlambat, banyak peserta yang juga baru datang. Saya cari tempat parkir yang sedekat mungkin dengan pintu gerbang. Kita sudah sepakat untuk turun dulu dan bersama-sama mencari lokasi jualan sambil membawa tikar. Setelah lokasi yang menurut kita cukup baik ditemukan, saya kembali ke mobil untuk mengambil rambutan.
Perjuangan dimulai. Beberapa ikat rambutan saya masukin ke keranjang pakaian. Ternyata keranjang pakaian tersebut hanya muat untuk 20 ikat rambutan, sedangkan total rambutan yang ada 200 ikat. Kita sebelumnya samasekali tidak memperhitungkan hal ini. Terbayang dibenak saya bahwa saya harus bolak-balik sebanyak 10 kali menempuh jarak sekitar 300 meter dengan membawa sekeranjang rambutan.
Saya coba dulu. Keranjang rambutan saya taruh di atas kepala, sementara kedua tangan memegangi. Dengan mengikuti arus manusia yang baru saja berdatangan, saya berjalan degan satu keranjang rambutan di atas kepala. Sampai di lokasi, istri sudah menunggu dengan tikar masih dipegangi. Melihat saya datang, dia segera menggelar tikarnya. Bruuk!! saya tumpahakan seluruh isinya di atas tikar dengan cepat karena tak kuat menahan pegal di leher dan di pinggang. Saya pikir mungkin posisinya salah, lebih baik saya taruh keranjang rambutan di pundak. Saya coba lagi untuk keranjang yang kedua. Hasilnya sama aja, pegel, dan tidak mungkin saya lakukan ini untuk 8 keranjang lagi yang tersisa. Mustahil.
Disamping tempat kita jualan, ada orang jualan buku dan saya lihat dia mempunyai dorongan beroda (lori) yang dapat digunakan untuk mengangkut rambutan. Akhirnya saya pinjam. Saya pikir dengan ini akan banyak membantu. Saya membawa rambutan dengan cara menarik lori sementara satu keranjang rambutan ada di atasnya, persis kayak topeng monyet. Dengan loripun ternyata tidak menyelesaikan masalah pegel di pinggang. Di pertengahan jalan keranjang tumpah, sebagian rambutan terhambur ke jalan. Orang-orang yang baru datang sebagian memperhatikan. Ada salah satunya, yang mungkin karena kasihan, ikut memunguti rambutan yang tumpah tersebut.
Keranjang ketiga akhirnya sampai juga di lokasi. Saya lihat rambutannya sudah banyak berkurang. Ternyata istri saya, yang seorang PNS guru, sudah berhasil menjual sebagian dagangannya.
Dengan cepat saya kembali sambil membawa lori dan keranjang untuk mengambil rambutan keranjang ke-4. Namun di tengah jalan saya berpikir, tidak mungkin saya lakukan dengan cara seperti ini sampai keranjang yang ke-10. Panas, pegel, capai, berkeringat, lemes, begitulah rasanya setelah menyelesaikan 3 keranjang.
Di gerbang keluar, saya tanya kepada satpam penjaga. "Maaf Pak, bisa nggak saya bawa mobil ke dalam? Saya bawa barang". "Waduh...! Berat Pak Tanggung jawabnya, kita nggak berani," jawabnya. Putus lah harapan. "Ya udah nggak apa-apa kalau begitu." Jawab saya polos.
Saya berjalan menuju mobil dengan keranjang dan lori. Sampai di dalam mobil saya berfikir, tidak mungkin saya menyelesaikan ini semua. Saya coba hubungi teman-teman untuk minta bantuan, tetapi HP tidak diangkat, mungkin sudah tenggelam dalam keramaian demonstrasi. Sementara HP berbunyi, ada sms masuk dari istri, " cepetan yah, rambutannya sudah mau habis".
Saya merenung sejenak. Akhirnya saya dapat ide. Saya kembali ke satpam. "Pak, kalo bapak merasa berat, gini aja deh, Sebelum mobil saya masuk, Bapak periksa dulu mobil saya, takut ada apa-apanya, nanti ada lah uang buang jasa periksanya". Kata saya. "Maaf, gimana pak, saya kurang jelas", Jawab satpam. Saya ulangi lagi kalimat saya. Pak satpam langsung menyahut, "Boleh-boleh Pak, silahkan pak, boleh", Legaaa rasanya, ternyata cuma itu kuncinya.
Singkat cerita, tepat pada pukul 15.00, seluruh rambutan terjual habis. senang sekali rasanya bisa menjual dengan keuntungan 100% dari modal. Inilah pengalaman pertama ngelapak di tempat umum.
(Bersambung)
KEKUATAN TUJUAN DALAM EFISIENSI WAKTU
Sekarang aturan perlombaan di ubah: Tiap peserta mengendarai motor dan disuruh mencapai Monas dengan secepatnya. Makin cepat makin bagus. Waktu dibatasi sampai wasit meiup peluit panjang. Hanya wasit yang tahu kapan peluit panjang dibunyikan. Bagi yang belum sampai ke monas sedangkan peluit keburu ditiup, berarti kalah. Apah yang akan terjadi?
Itulah kehidupan. Bagi orang yang tidak punya tujuan maka kehidupan ini begitu lambat, banyak waktu luang, kadang bingung harus melakukan apa, membosankan, jenuh dll. namun bagi mereka yang sudah jelas tujuan hidupnya maka kehidupan merupakan aset yang sangat besar nilainya, sedikitpun tak boleh terlewatkan, tak boleh tersia-siakan. Inilah anugrah Allah yang paling berharga yang harus dimanfaatkan untuk segala kebaikan sebagai wujud rasa syukur kita kepada-Nya. Hidup begitu bergairah, cepat, dinamis, kemajuan terus menerus, penuh harapan.
Boleh jadi orang yang tidak punya tujuan bergerak cepat, sibuk, tidak punya waktu, banyak kegiatan, namun suatu hari nanti dia sadar bahwa dia berada pada jalan yang salah. Monas di Jakarta, dia dengan secepat kilat pergi ke simpang lima semarang, dan dengan terpaksa harus merubah arah. Tapi ini lebih baik daripada tidak bergerak. Boleh jadi orang yang punya tujuan bergerak lambat, tapi dia berjalan dengan penuh keyakinan, menyenangkan, tenang, dan pasti. Yang terbaik adalah cepat dan tepat.
Atau jika anda hendak membangun rumah, maka jika anda sudah mempunyai tujuan rumah seperti apa yang hendak dibangun, maka satu demi satu: batu bata, adukan, dan lain-lain akan anda susun membentuk rumah seperti yang anda inginkan. Tapi kalo belum jelas rumah seperti apa yang hendak dibangun maka pasir, semen, besi, batu bata, hanya akan menjadi tumpukan tidak berguna.Waktu kita, detik demi detik, ibarat butiran-butiran pasir yang membentuk sebuah rumah.
Detik demi detik waktu kita, itulah yang membangun kehidupan kita.
