Wednesday, April 9, 2008

KEKUATAN TUJUAN DALAM EFISIENSI WAKTU

Jika ada suatu lomba, dimana tiap peserta harus mengendarai motor dan tidak boleh berhenti. Boleh berjalan kemanapun, tapi nggak boleh berhenti. Pelan boleh. Lamanya perlombaan hanya wasit yang tahu. Jika wasit meniup peluit panjang berarti perlombaan sudah selesai. Bagi yang berhenti sebelum waktunya, berarti kalah. Kira-kira apa yang akan dilakukan pengendara motor tersebut selama waktu lomba? Berputar-putar? Ngebut tanpa arah?

Sekarang aturan perlombaan di ubah: Tiap peserta mengendarai motor dan disuruh mencapai Monas dengan secepatnya. Makin cepat makin bagus. Waktu dibatasi sampai wasit meiup peluit panjang. Hanya wasit yang tahu kapan peluit panjang dibunyikan. Bagi yang belum sampai ke monas sedangkan peluit keburu ditiup, berarti kalah. Apah yang akan terjadi?

Itulah kehidupan. Bagi orang yang tidak punya tujuan maka kehidupan ini begitu lambat, banyak waktu luang, kadang bingung harus melakukan apa, membosankan, jenuh dll. namun bagi mereka yang sudah jelas tujuan hidupnya maka kehidupan merupakan aset yang sangat besar nilainya, sedikitpun tak boleh terlewatkan, tak boleh tersia-siakan. Inilah anugrah Allah yang paling berharga yang harus dimanfaatkan untuk segala kebaikan sebagai wujud rasa syukur kita kepada-Nya. Hidup begitu bergairah, cepat, dinamis, kemajuan terus menerus, penuh harapan.

Boleh jadi orang yang tidak punya tujuan bergerak cepat, sibuk, tidak punya waktu, banyak kegiatan, namun suatu hari nanti dia sadar bahwa dia berada pada jalan yang salah. Monas di Jakarta, dia dengan secepat kilat pergi ke simpang lima semarang, dan dengan terpaksa harus merubah arah. Tapi ini lebih baik daripada tidak bergerak. Boleh jadi orang yang punya tujuan bergerak lambat, tapi dia berjalan dengan penuh keyakinan, menyenangkan, tenang, dan pasti. Yang terbaik adalah cepat dan tepat.

Atau jika anda hendak membangun rumah, maka jika anda sudah mempunyai tujuan rumah seperti apa yang hendak dibangun, maka satu demi satu: batu bata, adukan, dan lain-lain akan anda susun membentuk rumah seperti yang anda inginkan. Tapi kalo belum jelas rumah seperti apa yang hendak dibangun maka pasir, semen, besi, batu bata, hanya akan menjadi tumpukan tidak berguna.Waktu kita, detik demi detik, ibarat butiran-butiran pasir yang membentuk sebuah rumah.

Detik demi detik waktu kita, itulah yang membangun kehidupan kita.

0 comments: