Setelah beberapa hari ini hati gundah dan gelisah, akhirnya saya menemukan penyebabnya. penyebabnya adalah saya kurang ikhlas dan kurang bersyukur.
Ketika istriku sakit dan masuk rumah sakit, saya merasa susah. Tapi belakangan saya bersyukur. Bersyukur bahwa saya sendiri masih sehat walafiat, coba kalo saya yang sakit, betapa susah jadinya. Jika saya merasa susah dengan kondisi istri yang sakit, maka saya kurang bersyukur. tak terhingga nilainya kesehatan ini Ya Allah.
Saya juga merasa selama ini, ketika istriku sehat, saya kurang bersyukur di karunia dia sebagai istri. Tak bisa dibayangkan seandainya ia tiada. Betapa berartinya kehadirannya di sisiku.
Selama ini saya punya mobil, futura tahun 2002. Tapi hati ini merasa seolah-olah mobil itu bukan suatu barang yang berharga. namun akhirnya Allah mengingatkan. Pada saat Jumatan minggu lalu mobilku hampir saja dicuri orang. Pencuri merusak kunci pintu sebelah kiri depan. Pencuri sudah berhasil masuk ke mobil dan sudah berhasil membuka kabel kunci kontak. namun dia gagal karena mobil saya dilengkapi saklar rahasia. Tak terbayang senadainya mobil saya tersebut raib. Sangat sulit untuk membelinya kembali. Saya bersyukur memiliki mobil tersebut. Mobil tersebut sangat berharga.
Akhirnya sayapun sangat bersyukur bahwa saat ini saya memiliki rumah, walaupun sederhana. Tak terbayang seandainya Allah mengambil semua kenikmatan itu.
Ya Allah, segala puji bagimu, Alhamdulillah, atas segala kenikmatan yang telah engkau berikan kepada kami.
Ketika sholat malamku terasa hambar, tidak mempunyai efek bagi perbaikan diri, saya tengok hati nurani yang paling dalam. Ternyata saya melakukannya belum ikhlas. Masih ada pamrih terhadap manusia. Padahal sebenarnya saya ingin menjadi orang baik bukan karena biar diangggap baik oleh ornag lain, tapi dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan diharapkan dapat menghantarkan kita lebih dekat dengan Allah.
Ya Allah ampunilah hambamu ini atas segala kekhilafan hamba selama ini. Hanya istighfar yang dapat hamba ucapkan dihadapanmu. Astaghfirullahal 'adhiim.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment