Setelah sukses dengan berjualan rambutan di Monas, muncullah semangat untuk berjualan lagi. Pengalaman inipun selalu diceritakan ke orang-orang, teman-teman, juga keluarga. Sebagaian ada yang salut, seorang insinyur dari ITB dan seorang PNS guru kok bisa jualan rambutan di Monas? Demikian komentar mereka. Merekapun jadi tertulari semangat usahanya. Ada juga yang negatif, masih kurang apa sih? Kata mereka.
Sebagai hasil sampingan dari berjualan rambutan adalah kita mengenal tetangga sesama penjual yang berjualan jilbab anak dengan merk Yasmin. Dia memberikan kartu namanya, lokasinya ada di Tambun Bekasi. Dia bercerita kalo dia produksi sendiri jilbabnya, dan dia supply jilbab dewasa ke tanah Abang dengan merk Dannisa. Saya pikir ini peluang. Karena saya mendapatkannya langsung dari pihak produsen, pasti harganya paling murah.
Karena masih terdorong oleh semangat berjualan rambutan sebelumnya, pada minggu berikutnya, tanggal 3 Februari 2008, kita pergi ke Tambun ke tempat produsen Jilbab Yasmin. Saya saat itu punya bayangan tempatnya cukup besar, berupa toko busana dan perlengkapan muslim, dimana kita bisa melihat-lihat dan memilih barang-barang dengan leluasa. Sesampai di sana, ternyata tempatnya adalah rumah tinggal dimana di bagian belakangnya dijadikan tempat produksi sengan jumlah mesin jahit sekitar 12 buah. Sedangkan showroomnya adalah ruang tamu kecil dengan sebuah rak display yang memuat beberapa jilbab.
Karena barang tidak tersedia, kita harus pesan dulu. Akhirnya kita pesan jilbab anak no 0 s/d no 3 masing-masing satu kodi. Total harga adalah Rp 950.000,-. Barang selesai direncanakan hari jumat, 8 Februari 2008.
Karena pada Hari Minggu, 10 Februari akan ada acara seminar kecantikan buat ibu-ibu di cileungsi, kita rencanaya akan mengambil barang kembali hari sabtu, satu hari sebelumnya, dan besoknya kita berenana untuk ngelapak lagi jualan jilbab pada acara tersebut.
Jualan Rambutan Di Puncak, GAGAL.
7 Febrauri jualan rambutan di cipanas. Modal 220 rb kembali 210 ribu.
10 Februari ambil Yasmin
16 Februari survei lokasi Kantor pusat Jilbab Zahrah di depok.
17 Februari mengunjungi dealer Rabbani di Griya Bukit Jaya dan menjadi sub agen.
setelah menjadi Sub agen Rabbani, muncullah ide untuk buka toko di tempat strategis, namun karena modal tidak punya, akhirnya kita cari-cari info untuk pinjam uang dari bank jabar. Sementara utang yg lama tinggal 2 bulan lagi. Ternyata bisa.
17 Maret bertransaksi sewa kios 3x3 di pinggir jalan, gandoang, 4,5 juta.(menggunakan uang tabungan anak, karena uang pinjaman baru dalam proses. disinilah muncul kekhawatiran pinjaman tidak disetujui)
7 April Hari pertama buka toko.
11 April Uang dari bank Jabar cair.
Monday, June 30, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)
