Wednesday, July 16, 2008
Ikhlas dan Bersyukur
Ketika istriku sakit dan masuk rumah sakit, saya merasa susah. Tapi belakangan saya bersyukur. Bersyukur bahwa saya sendiri masih sehat walafiat, coba kalo saya yang sakit, betapa susah jadinya. Jika saya merasa susah dengan kondisi istri yang sakit, maka saya kurang bersyukur. tak terhingga nilainya kesehatan ini Ya Allah.
Saya juga merasa selama ini, ketika istriku sehat, saya kurang bersyukur di karunia dia sebagai istri. Tak bisa dibayangkan seandainya ia tiada. Betapa berartinya kehadirannya di sisiku.
Selama ini saya punya mobil, futura tahun 2002. Tapi hati ini merasa seolah-olah mobil itu bukan suatu barang yang berharga. namun akhirnya Allah mengingatkan. Pada saat Jumatan minggu lalu mobilku hampir saja dicuri orang. Pencuri merusak kunci pintu sebelah kiri depan. Pencuri sudah berhasil masuk ke mobil dan sudah berhasil membuka kabel kunci kontak. namun dia gagal karena mobil saya dilengkapi saklar rahasia. Tak terbayang senadainya mobil saya tersebut raib. Sangat sulit untuk membelinya kembali. Saya bersyukur memiliki mobil tersebut. Mobil tersebut sangat berharga.
Akhirnya sayapun sangat bersyukur bahwa saat ini saya memiliki rumah, walaupun sederhana. Tak terbayang seandainya Allah mengambil semua kenikmatan itu.
Ya Allah, segala puji bagimu, Alhamdulillah, atas segala kenikmatan yang telah engkau berikan kepada kami.
Ketika sholat malamku terasa hambar, tidak mempunyai efek bagi perbaikan diri, saya tengok hati nurani yang paling dalam. Ternyata saya melakukannya belum ikhlas. Masih ada pamrih terhadap manusia. Padahal sebenarnya saya ingin menjadi orang baik bukan karena biar diangggap baik oleh ornag lain, tapi dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan diharapkan dapat menghantarkan kita lebih dekat dengan Allah.
Ya Allah ampunilah hambamu ini atas segala kekhilafan hamba selama ini. Hanya istighfar yang dapat hamba ucapkan dihadapanmu. Astaghfirullahal 'adhiim.
Thursday, July 10, 2008
Ingin Luar Biasa? Lakukanlah Kebiasaan Luar Biasa.
1. Pemahaman
2. Pelatihan
3. Kebiasaan
4. Karakter
5. Keberhasilan
Pemahamam:
Pemahaman bisa diperolah dengan membaca buku, mengikuti seminar, Forum Jumat sore, diskusi dll. Ini merupakan langkah awal menuju keberhasilan. Semua orang dapat melalui tahap
ini dengan mudah. Pada tahap ini, logika alam sadar kita akan berperan lebih dominan dibanding alam bawah sadar kita. Untuk menjadi luar biasa, maka fahamilah bahwa kita betul-betul punya potensi untuk menjadi luar biasa.
Pelatihan:
Langkah kedua adalah pelatihan, baik secara formal maupun non formal. Pelatihan merupakan aplikasi dari pemahaman yang baru diperoleh alias take action. Banyak orang sangat faham bahwa merokok, dari sudut pandang manapun, merugikan kesehatan. Namun tidak banyak orang yang sanggup meninggalkannnya begitu dia faham hal tersebut. Atau beberapa orang berhasil meninggalkannya hanya dalam beberapa hari, minggu, bulan ataupun tahun, tapi akhirnya kembali kepada kebiasaan lama. Atau banyak orang sadar bahwa bangun pagi dan sholat shubuh sangat utama tapi sulit untuk mengamalkannya. Oleh karena itu, tingkat keberhasilan tahap ini sangat tergantung tekad atau keinginan orang yang bersangkutan. Untuk menjadi orang luar biasa, latihlah diri kita dengan hal-hal luar biasa. Jangan melakukan hal yang biasa-biasa saja. Latihlah dengan melakukan hal kecil tapi luar biasa. Bagaimana caranya agar tekad atau keinginan kita tetap kuat? Kembali ke tahap pertama, tambah pemahaman kita terus menerus, lakukan afirmasi diri.
Kebiasaan.
Dalam tahap latihan, kita dengan memaksakan diri bisa melakukan hal-hal luar biasa dalam beberapa hari ataupun bulan. Kalo kita bisa mempertahankan melakukan hal-hal luar biasa dalam jangka panjang, maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan. Kalo sudah menjadi kebiasaan, maka hal tesebut akan terasa ringan bagi kita walaupun bagi orang lain hal tersebut menjadi luar biasa. Ketika sesuatu sudah mejadi kebiasaan, mulailah otak bawah sadar turut berperan. Semakin lama kita bisa mempertahankan kebiasaan ini, semakin dalam akan tertanam di dalam otak bawah sadar.
Karakter:
Segala sesuatu hal yang sudah tertanam di dalam otak bawah sadar kita, maka hal tersebut akan menjadi karakter baru kita.
Keberhasilan:
Jika kita telah memiliki karakter atau sifat-sifat seorang yang sukses, maka secara otomatis keberhasilan akan datang dengan sendirinya.
