Wednesday, September 3, 2008

Pidato Sang pendiri Apple

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segeralulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Sayatidak pernah selesai kuliah.Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari inisaya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidupsaya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-TitikSaya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namunsaya tetap berkutat di situ sampai 18 bulankemudian, sebelum betul-betul putus kuliah.Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir.Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan"dan memberikansaya kepada seseorang untuk diadopsi.Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, makasaya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjaklahir oleh seorang pengacara dan istrinya.Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran inginbayi perempuan.Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya,mendapatkan telepon larut malam dari seseorang:"kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat?Mereka menjawab: "Tentu saja."Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernahlulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamatSMA.Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi.Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua sayaberjanji akan menyekolahkan sayasampai perguruan tinggi. Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah.Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnyadengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanyapegawai rendahan-habisuntuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya.Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya danbagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya.Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tuasaya seumur hidup mereka.Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik.Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagaikeputusan terbaik yang pernah saya ambil.Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidaksaya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kossehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya.Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untukmembeli makanan.Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapatmakanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya.Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahudan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.Saya beri Anda satu contoh:Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam halkaligrafi. Di seluruhpenjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangatindahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Sayamemutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajarjenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antarkombinasi kata dankiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasakeindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangatmenakjubkan.Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupansaya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputerMacintosh yangpertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yangbertipografi cantik.Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akanmemiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentukdan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PCyang seperti itu.Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelaskaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah.Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu sayamasih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segalasesuatunya menjadi gamblang.Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat kedepan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung kebelakang.Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akanterangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi,takdir,jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan iniefektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Wozdan saya mengawali Appledi garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun.Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kamiberdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan.Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahunsebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30.Dan saya dipecat.Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah,itulah yang terjadi.Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangatberkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya.Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar.Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depandan kami sulit disatukan.Komisaris ternyata berpihak padanya.Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masadewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya-saya gagal mengambil kesempatan.Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atasketerpurukan saya.Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk laridari Silicon Valley.Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masihmenyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidakmengubah saya.Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta.Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadaribahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya.Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagaipemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas.Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT,lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewayang kemudian menjadi istri saya.Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasikomputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasipaling sukses di dunia.Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dansaya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXTmenjadijantung bagi kebangkitan kembali Apple.Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakintakdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya.Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangankepercayaan.Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalahkarena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harusmenemukan apa yang Anda sukai.Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. PekerjaanAnda akan menghabiskan sebagian besar hidupAnda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakansesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apayang Anda sukai.Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah.Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya.Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakinmesra Anda dengannya.Jadi, teruslah mencari sampai ketemu.Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya: KematianKetika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebihberbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hariitu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar." Ungkapanitu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahunterakhir,saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri:"Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apayang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak"dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang sayatemukan untuk membantu membuat keputusan besar.Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan,takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian.Hanya yang hakiki yang tetap ada.Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untukmenghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Andatidak memiliki apa-apa.Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Sayamenjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelasmenunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apaitu pankreas. Para dokter mengatakan kepada sayabahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapanhidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan.Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segalasesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati.Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menitsegala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang.Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluargaAnda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut.Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu keperut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya danmengambil beberapa sel tumor.Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwaketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwajenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasidengan operasi.Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekatsaya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan denganyakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah halyang berguna:Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surgapun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya.Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak.Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik darikehidupan.Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkiruntuk digantikan yang muda.Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain.Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasilpemikiran orang lain.Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengarkata hati Anda.Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati danintuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan.Semua hal lainnya hanya nomor dua.Ketika saya masih muda, ada satu penerbitanhebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satubuku pintar generasi saya.Buku itu diciptakan oleh seorang bernama StewartBrand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park , dan diamembuatnya sedemikianmenarik dengan sentuhan puitisnya.Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing,jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid.Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiranGoogle: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapanhebat.Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole EarthCatalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisiterakhir.Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda.Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan dipagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang.Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Jangan PernahPuas. Selalu Merasa Bodoh).Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka.Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu.Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru,saya harapkan Anda juga begitu.Stay Hungry. Stay Foolish.(Diterjemahkan oleh Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggidi Australia )