Sunday, June 28, 2009
Thursday, April 30, 2009
Nama Selanhit, hidup Nyelekit , Gara-gara Hutang.
| Berikut ini adalah diskusi di milis TDA yang saya rangkum tentang Hutang. Dear TDAers, Kita semua pernah mendengar bunyi pepatah orang Amrik: "Your good name is your reputation" nama baik anda adalah reputasi anda. Oleh karena itu kita wajib menjaga nama baik kita dalam semua aspek kehidupan termasuk pinjaman modal untuk memulai usaha. dear om fadel.. tulisan yg penuh pelajaran.. Adzan Wahyu saya pernah mengalami hal yang sama pak, hanya dalam waktu 1 tahun saya dapat melipatgandakan dari 1 menjadi 3 kios bahkan 4 kios. Pada saat itu ada temen yang mengingatkan bahwa sebagai pengusaha pemula kita harus hati-hati, bisa "over heating". mendengar itu saya tidak terlalu menggubrisnya, karena saya merasa enjoy dengan kios-kios baru saya yang didirikan hasil hutang. Namun, beberapa bulan kemudian hal ini terbukti benar....perlahan saya menutup kembali beberapa kios yang pernah saya buka karena tidak sesuai dengan harapan. dan sekarang cuma meninggalkan satu kios "yang paling tua". Ade Hidayat Saya jadi ingat perkataan rekan saya yang pengusaha IT. Y. Gautomo |
Importing contacts has never been easier..
Bring your friends over to Yahoo! Mail today!
Tips penghasilan satu milyar per bulan (Sedekah, Orang tua, berbuat baik, wanita)
|
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
Friday, April 17, 2009
Kebijaksanaan Bertindak
|
Get back in touch.
Connect with your friends from Hotmail & Gmail today!
Monday, March 30, 2009
Surat untuk Saudaraku
Latar belakang:
|
Search. browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel
Thursday, March 19, 2009
Karena Semuanya Begitu Sederhana
Kesuksesan dalam terminology pengusaha seringkali bisa diartikan dengan |
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
Pedagang vs Pengusaha
Assalamu'alaikum wr. wb.
|
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
Tuesday, January 20, 2009
EBook "Rahasia" Itu Telah Dibuka
|
Importing contacts has never been easier..
Bring your friends over to Yahoo! Mail today!
Goal Seeker vs Goal Getter
|
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
Monday, January 19, 2009
idak Ada Krisis, Yang Ada Hanya Mengubah Sudut Pandang
|
Saturday, January 17, 2009
Mulailah dari yang terkecil, mulai dari yang termudah, dan mualilah dari sekarang
“Mulailah dari yang kecil, mulai dari yang termudah dan mulailah dari sekarang”
Saya seneng sekali dengan tagline diatas, very-very-very Inspiring menurut saya. Bahkan perusahaan otomotif yang raksasa, Toyota pun selalu mengaplikasikan hal ini, dan lihat saja sekarang perusahaan otomotif yang tertua di Amerika sana pun sebentar bisa di geser dominasinya oleh Toyota. Perusahaan segede mbahnya gajah itupun ternyata mengaplikaskan (Mulailah dari yang kecil, mulai dari yang termudah dan mulailah dari sekarang)ini.
Saya pernah menjadi jadi ujung tombak sebuah project team, dan goal-nya adalah bagaimana kita mudah memanage Asset Perusahaan.
Sekedar gambaran saja, jumlah asset di perusahaan itu, misalnya untuk Company yang di Indonesia saja jumlahnya bisa sampai puluhan ribu Asset (kalau nilai 1 asset terkecil saja misalnya 5 juta, dan yang gede bisa puluhan Milyar seberapa besar nilai uangnya ya...hehehe..). Ada sekian ribu mesin las, sekian ribu komputer, sekian ratus gedung, sekian ribu mesin2 yang lain.
Agar laporan asset itu akurat, maka harus ada pengecekan fisik asset di lapangan dan harus matching dengan yang ada di buku nya orang keuangan, padahal yang namanya Asset banyaaaa...kk sekali yang bergerak setiap tahun, pindah mesin ini kesana, beli mesin baru buat project ini, bikin pabrik baru, kirim asset ke perusahaan toyota yang lain, membuang asset yang tidak berguna..dll..dll...
Sementara di perusahaan lain, misalnya di sebuah BUMN tempat saudara bekerja, mengecek asset yang tidak sebanyak itu, dia membutuhkan waktu hampir setahun untuk menghitung asset2nya dengan benar dan akurat, artinya ketika menghitung asset yang terakhir, maka sudah saatnya harus menghitung asset yang pertama lagi...pusing kan..?
Ada IDE GILA..!
Dan ajaibnya, beberapa tahun kemudian target itu hampir tercapai, ketika itu saya bisa melihat asset puluhan ribu itu bisa di laporkan denga akurat hanya dalam waktu setengah hari..!
Ternyata dugaan saya keliru..!
Oleh sang guru saya diajak ke pabrik, ke lokasi yang kecil, dan disana saya dipertemukan dengan kepala group yang membawahi beberapa orang di lapangan.
Saya garuk-garuk kepala...kalau Cuma mesin las sekitar 50an seperti ini sih 30 menit sampai 1 jam juga rampung..pikir saya.
“Bisa nggak Hadi san ngitung asset in dengan akurat dan di kasih waktu 3 jam..?” Kata Sensei (guru) saya.
“Kalau kamu sudah bilang tidak mungkin maka kamu tidak pernah akan berusaha, padahal kita bisa lebih cepet dari itu loh...30 detik (Nah loh..)” katanya...
“Menghitung 50an assset bisa 60 menit, apakah apakah sensei ngecek asset sambil lari-lari kenceng.?” kata saya..
“Siapa bilang harus one by one, nih cukup jalan saja ke papan itu, dan saya cek saja papan asset itu, setiap ada pergerakan asset alamatnya selalu di update dan saya percaya akurasi data itu sama seperti akurasinya komputer di Bank tempat saya menyimpan uang” katanya
“Dan saya hanya butuh waktu 30 detik untuk mengecek akurasi assetsaya, dan silahkan kamu counter cek dengan yang di lapangan secara sampling, berapapun Hadi san mau ambil sample...akurat apa enggak” katanya.
Saya coba-coba cek, dari asset gede di depan mata sampai asset yang terkecil di kolong-kolong....ternyata semua akurat bo..!

“Gimana bisa begitu sensei..?” sambil garuk-garuk kepala karena takjub...

“Area kecil ini adalah percontohan, kalau sudah sempurna petanya, aturan-aturan mainnya selesai, maka ajarkan ini kesemua operator-operator yang ada di lapangan, bagi mereka pekerjaan ini sederhana dan menyenangkan, karena mereka pasti mengenal betul ada mesin-mesin apa di sekitar mereka”
“Kalau mereka sudah tahu caranya, mintalah kepada kepala group agar menjadikan ini sebagai bagian pekerjaan mereka dan kepala group, spuervisor dan manager menjadi penanggung jawabnya”
“Proses menduplikasikan apa yang sudah baik di area 20x20m yang kecil ini ke area 20x20m yang lain, terus yang lain agi, yang lain lagi..ini disebut YOKOTEN”
“Haik..wakarimashita..(Yes bos..saya faham dan mengerti).!” Kata saya.
Begitulah ceritanya..dan cerita ini akan bersambung, dan akan menarik sekali. Karena saya akan bercerita secaram langsung dari lapangan tentang perjalan saya dan perjalanan orang-orang di sekitar saya yang sedang “Memulai dari yang kecil dan memulai dari yang termudah”
Apakah yang seperti ini bener..? Bisa jadi bener...tapi ingat selain modal ADA VARIABEL LAIN yang perlu juga anda pertimbangkan, yakni WAKTU..! belum lagi embel-embel yang lain , macam takut, khawatir dll
Kalau anda tidak yakin, maka mulailah dari sekarang, sejak anda membaca tulisan ini. Lah saya belum punya modal gede, belum punya ruko, belum punya uang buat sewa..?
Nantikan cerita menarik sambungan dari tulisan panjang ini, saya akan menceritakan bagaimana saya membuat outlet-outlet yang saya sebut Hasuko Distro, yakni Distro Peralatan tidur yang saat ini masih berupa prototype seperti cerita area 20x20m diatas.
Cerita ini akan saya tulis di blog ini, baik ketika ada WINNING maupun ada OOPS secara langsung, saya tidak tahu persis apakah Distro itu nantinya akan menjadi besar dan bener-bener tersebar di seluruh penjuru tanah air dan negara tetangga seperti bayangan di kepala saya saat ini..? Wallahu A’lam, yang pasti saya akan berusahan menikmati perjalanan ini....meski saat ini di seputar saya toko-toko dan mall-mall yang gede seperti yang saya bayangkan sudah banyak bertebaran..tapi justru disitulah seninya....Speed & Creative...itulah kuncinya..
“Mulailah dari yang kecil, mulai dari yang termudah dan mulailah dari sekarang”
Nantikan tulisan berikutnya
Enjoy your business adventure..!
Hadi Kuntoro
NB:
Friday, January 16, 2009
Bagi Habiebie Impossible is nothing
Bukan, bukan karena nama ini mengingatkan saya kepada sosok orang besar yang
pernah memimpin Indonesia dengan cukup sukses walau pun hanya sebentar.
Bukan. Nama ini bukan merujuk ke orang itu.
Saya pernah mendengar namanya disebut-sebut oleh Pak Tung Desem Waringin
dalam seminarnya.
Kali kedua saya mendengar kembali nama itu. Tepatnya hari Sabtu lalu, saat
diundang menjadi pembicara dalam seminar kewirausahaan yang diadakan oleh
EInvest, sebuah komunitas bisnis yang dirintis oleh para alumni UI, di
Auditorium FTUI Depok.
Pembicara setelah saya adalah Habibie (www.habibieafsyah. com). Siapa
Habibie? Dari tulisan yang sempat saya lirik di tangan pembawa acara,
tertuis dia adalah seorang internet marketer yang sukses.
Saat saya berpamitan dengan panitia, Habibie datang bersama rombongan dari
Bandung. Ia diantar oleh keluarga dan teman-temannya.
Yang mana Habibie? Rupanya ia adalah sosok yang duduk di kursi roda itu.
berbaju abu-abu, ia duduk dengan tangan dan kaki terkulai lemas. Habibie
lumpuh, begitu kesimpulan saya. Melihat dia, saya teringat dengan Stephen
Hawking, fisikawan jenius penemu teori Big Bang itu. Tapi Habibie bisa
berbicara, walaupun tidak begitu jelas.
Habibie ia adalah alumni Global Internet Summit yang diadakan oleh TDW
Resources. Ia adalah salah satu alumni yang sukses mempraktekkan ilmu dari
seminar itu.
Saya kagum dan terinspirasi dengan anak muda yang saya perkirakan baru
berusia 20-an ini. Baginya tidak ada yang tidak mungkin. Impossible is
nothing, seperti kata iklan Adidas (?).
Keterbatasannya itu membuatnya fokus dan berkonsentrasi kepada
kemungkinan- kemungkinan yang bisa dilakukannya. Ia bisa pakai laptop dan
bisa mengakses internet dengan keterbatasan ini. Dan ia melakukannnya dengan
sukses, artinya mencetak uang dari laptopnya.
Kedatangannya, memperlambat langkah saya keluar dari auditorium. Materi
seminar yang saya berikan dengan begitu bersemangat dan antusias terasa
'hambar' ditelan kharisma sosok Habibie. Ya, saya mencetak semua prestasi
bisnis itu dengan kondisi tanpa kekurangan apa pun. Saya sehat wal afiat,
bebas bergerak ke mana pun saya suka. Sedangkan Habibie? Dunianya hanya
selingkar yang bisa dijangkau oleh kursi rodanya.
Seorang anak muda dengan penampilan cukup ganteng dan tinggi mendekati saya
dan menyodorkan sebuah buku tulis berisi tulisannya.
Saya baca tulisannya. Tertulis di sana bahwa ia merasa termotivasi mendengar
materi saya. Ia bertekad akan mencontoh apa yang saya lakukan.
Ia meminta saya untuk membaca dan membubuhkan tanda tangan di bagian bawah
tulisan itu.
Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya.
Saya masih belum ngeh.
Setelah itu ia menuliskan sesuatu lagi. Ia meminta alamat dan nomor kontak
saya.
Saya baru tersadar. Ia tidak bisa berbicara.
Namanya Agung. Usianya 24 tahun. Ia juga adalah rombongan Habibie dari
Bandung. Rupanya Habibie telah merangkul teman-temannya yang memiliki
keterbatasan fisik untuk mengikuti jejaknya.
Habibie, Agung, saya sungguh malu dan terharu dengan kalian. Saya dengan
segala kelengkapan fisik ini merasa belum mengerahkan kemampuan dengan
maksimal.
Saya teringat dengan teman-teman saya yang masih suka berkeluh kesah dengan
segala kendala bisnis yang dihadapinya. Kurang modal, kurang ilmu,
persaingan ketat dan sebagainya kerap disebut sebagai alasan.
Saya mau kasih lihat kepada mereka. Ini lho Habibie. Lihatlah dia! Masih
maukah anda mengeluh dan beralasan setelah melihat Habibie?
NB: Minggu lalu saya menonton Kick Andy dan bintang tamunya adalah Habibie.
Salam FUUUNtastic!
Wassalam,
Badroni Yuzirman
Susahnya Excuse di TDA
Excuse adalah salah satu komponen dari BED (Blame-Excuse- Denial) yang
diajarkan Brad Sugar terkait dengan mental menyalahkan dan banyak alasan
untuk menutupi kekurangan kita.
Terutama sekali ketika kita tidak action atau gagal dalam bisnis, maka BED
ini pasti menghampiri. Blame pihak lain yang menjadi sebab, Excuse karena
kurang modal atau paling parah Denial bahwa diri kitalah sebenarnya yang
salah.
Terkait Excuse, di TDA sulit sekali melakukannya. Saya sendiri gak berani.
Contoh excuse belum action buka usaha umpamanya maka akan ada saja contoh
member TDA lain yg akan dengan segera mematikan dan mematahkan excuse
tersebut.
'Pantes si anu bisa bisnis, modalnya dari gaji karena jabatannya yg tinggi'.
'Loh pak ES itu modal nol loh bahkan minus karena punya hutang'.
'Pantes si fulan bisnis karena sebagai pegawai gajinya kecil banget'.
'Loh pak HK dan lainnya itu justru punya jabatan tinggi, anak buah banyak,
gajinya bisa buat beli motor saban bulan tapi ia mau bisnis dan bahkan sudah
resign'.
'Ya, pak R, AA dan FR kan orang IT jadi bisnisnya bisa didukung teknologi
tinggi'.
'Loh, bu AW, pak MA itu gaptek banget cuma mau belajar, ikut training
dan menjaga silahturahim akhirnya bisa bikin toko online dan sukses.
'Mana mungkin saya bisnis, PNS susah dapet modal, waktu dan udah aman'.
'Loh pak YH dan bu AW itu mantan PNS loh'.
'Saya kan udah tua'.
'Loh, pak H, pak AA dan lainnya itu udah diatas 55 dan ada yg baru mulai
bisnis, sukses juga'.
'Saya kan masih muda, masih kuliah'.
'Loh, mas AW, mas AS dan banyak lainnya mengawali bisnisnya dari kuliah dan
sukses'.
'Ngapain bisnis, orang tua saya kaya tujuh turunan'.
'Loh, mas Y dan AS itu bapaknya pejabat tinggi tapi mau bisnis'.
'Saya kan punya kekurangan fisik'.
'Anda pasti belum kenal mas Y dan adik H yang berkursi roda'.
'Saya tidak mendapat restu orang tua'.
'Pak HK juga pernah mengalami tapi strategi show me the money dan istiqomah
meluluhkan hati sang bunda'.
Dan begitu banyak alasan yang bisa diungkapkan. Anda mau berasalan ? Klo iya
jangan diungkapkan di TDA karena rasakan sendiri akibatnya hehe. Lebih baik
jika anda ditanya 'Mengapa belum action' jawablah : ada ddeeehhh :).
Wassalam.
-Eko June-
anda tidak perlu hebat untuk memulai
tapi anda harus memulai untuk menjadi hebat
