Thursday, March 19, 2009

Karena Semuanya Begitu Sederhana

Kesuksesan dalam terminology pengusaha seringkali bisa diartikan dengan

kepemilikan benda, tabungan dan asset – asset yang besar jumlahnya.,
atau pengembangan usahanya. Ada hal yang indah, yang begitu mengena
menyimak intisari dari apa yang disampaikan pembicara – pembicara di
Milad 3 TDA kemarin. Adalah Bob Sadino, maestro bisnis yang begitu
sukses tetapi pakaian favouritenya adalah hem dan celana pendek saja.
Adapula Lihan, seorang mantan pengajar Madrasah Aliyah yang suka
bersandal jepit, yang menjadi pengusaha kaya raya dengan nilau usaha
mencapai trilyunan, dan yang terakhir adalah Tung Desem Waringin yang
seorang Marketer kelas atas yang pernah menyebar uang jajan sebesar Rp
100.000.000, - secara Cuma – Cuma dari helicopter, yang sangat
menyukai kutipan Mark Joyner " The Immportant thing in business is
not Office, Mr. Hi-Tech or even the business or service, but an
offer".
Apa yang saya tangkap dari cara ketiga orang "sukses" itu
menyikapi kesuksesannya mengerucut pada satu hal yang ternyata sangat
menarik yaitu : kesederhanaan. Suatu waktu, Bob Sadino berujar bahwa
sukses baginya adalah bisa makan hari ini. Itu saja, sesimple itu.
Sementara Lihan, kita telah mendengarnya sendiri pengakuannya, beliau
tidak menyimpan asset. Untuk apa, katanya, toh asset dalam bentuk uang
maupun harta, akan segera habis kapanpun waktunya. Tidak menolong kita,
tidak pula dibawa mati. Sementara Tung Desem Waringin, begitu ringan
membawa marketing ke hadapan kita. Tidak ada satu hal yang begitu rumit
melihat cara TDW memandang marketing. Saya membayangkan, dalam
trainingnya, yang justru seringkali menarik audience adalah teriakan
"Ooooooooh…yesssssss !!!". Menurut anda, apakah itu istimewa
dan rumit?
Saya kemudian berfikir jika inilah yang membedakan mereka yang telah
sukses dengan orang kebanyakan. Daftar mimpi dan permasalahan orang bisa
saja terlalu panjang untuk diselesaikan, bahkan untuk dieksekusi.
Rasanya berat melangkahkan kaki keluar rumah, ketika berfikir di luar
sana akan panas, akan hujan, akan macet, akan bla bla bla bla……
Sementara bagi Bob Sadino, tidak ada hal yang ditakutinya karena yang
diingininya hanya bisa makan hari ini, kemudian bersyukur karena hal itu
dikategorikan "sukses" menurutnya. Bagi Lihan, harta yang
sedemikian banyak itu bahkan disikapinya dengan amat biasa. Saya begitu
trenyuh mendengar sandal jepitnya putus di sebuah hotel ketika bertemu
dengan Sandiaga S Uno. Begitu kecil dunia dan asset (baca:sukses)
dibanding kesederhanannya. Bagi TDW, memasarkan produk itu dilakoninya
dengan penuh kegembiraan dan kesenangan. Rasa – rasanya tidak ada
beban sedikitpun. Begitu simple caranya memikirkan pemasaran yaitu
dengan penawaran saja.
So, jika ingin seperti mereka, mungkin ada yang harus dirubah terkait
cara memandang kesuksesan. Dia amat sederhana, amat mudah ditemukan.
Seperti kita sukses melihat matahari di pagi yang terang dan cerah penuh
semangat, begitulah mungkin semestinya sukses bisnis itu dilihat. Begitu
mudah, alami, fun dan: sederhana.

Jadi, masih maukah anda "pusing dan ribet" dengan bagaimana
mencapai kesuksesan anda??? Bekerjalah, titik.

regards,

Lutfiel
http://speak2succes s.com
How much do you value your time?

YM : lelhakeem

__


New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

No comments: