Tuesday, January 20, 2009

EBook "Rahasia" Itu Telah Dibuka


Ketika Pak Ibnu menanyakan soal EBook yang dijual oleh "Internet Marketer", secara mengejutkan Pak David me-replay dengan email sbb:

Mas Taufan n Mas Ibnu bisa coba search http://tokogratis.com/download/
u/ melihat beberapa files yang tersedia. Beberapa materi yang ditawarkan ada disana.

Coba pelajari lagi materi yang ada. Pasti akan ketemu satu titik benang merahnya.

Semoga bermanfaat.

David
0817-942-4859
021-93565769

Saya cukup surprise dengan link dari Pak David ini. Setelah saya cek beberapa file ebooknya, ternyata itu file-2 ebook yang dijual di beberapa website "EBook Rahasia", sebagai contoh ebook Formula Bisnis, itu yang dijual oleh www.formulabisnis. com, sebagai contoh salah satu "Internet Marketer".

Saya coba search, ternyata sekarang sedang terjadi KAMPANYE diantara para blogger untuk memperbaiki citra Internet Marketing di Indonesia. Anda bisa lihat di blog :

http://bisnisintern et.cosaaranda. com/

http://www.zalukhu. com/bisnis- di-internet/ fakta-dan- mitos-penghasila n-dari-bisnis- online

dan yang lucu ada di http://www.ebooksam pah.co.cc/

Saya rasa ini semua bisa menjadikan kita belajar untuk bisa menilai semua hal secara obyektif.

salam "rahasia sukses"

rosihan_._,___



Importing contacts has never been easier..
Bring your friends over to Yahoo! Mail today!

Goal Seeker vs Goal Getter


"Goals are not only absolutely necessary to motivate us. They are
essential to really keep us alive." -Robert H. Schuller

Pada penghujung 2008 ini, alangkah baiknya jika kita mulai menentukan
kembali goal yang akan kita raih pada 2009 atau mungkin akan diwujudkan
dalam kehidupan kita. Berbicara soal goal dan tujuan hidup, di sinilah
kita bisa bedakan dua tipe orang. Orang yang pertama kita kategorikan
sebagai goal seeker, dan kedua kita sebut goal getter.

Goal seeker, adalah tipe orang yang selalu terus-menerus mencari goal.
Goal getter adalah tipe orang yang selalu berusaha mewujudkan goal yang
telah dicanangkannya. Semuanya memang berawal dan dimulai dari sebuah
proses yang namanya goal. Seorang yang belum memiliki goal yang jelas dan
spesifik dalam hidupnya haruslah memulai langkah pertamanya dengan
membuat suatu tujuan, yaitu menentukan apa yang sebenarnya mau diraih
dalam hidup ini.

Perilaku inilah yang sebenarnya kita sebut sebagai goal seeker. Goal
seeker biasanya memulai menemukan goal-nya baik dengan cara merenungkan
goal hidupnya, ataupun dengan memodel orang-orang yang telah berhasil
dalam pencapaian goal tersebut sehingga terinspirasi juga untuk mencapai
goal yang sama bahkan lebih. Siapa pun yang sukses, akan setuju bagaimana
goal memiliki peranan yang penting dalam kehidupan mereka.

Bahkan fisikawan Albert Einstein pun mengatakan, "If you want to live a
happy life, tie it to a goal, not to people or things." Ya, untuk
menghidupi kehidupan yang bahagia, tentunya harus mengikatkannya dengan
sebuah goal yang jelas. Namun, kehidupan tidaklah boleh berhenti hanya
pada tataran membuat goal saja. Itulah yang banyak dialami oleh orang
yang hidupnya mandek. Setelah seorang goal seeker menemukan apa yang akan
diraihnya, berikutnya dia harus bergerak menjadi goal getter. Dalam
proses menuju goal getter, seorang goal seeker biasanya harus melewati
banyak rintangan dan hambatan.

Di sinilah godaannya. Sering terjadi, para goal seeker jadi frustrasi,
menyerah bahkan akhirnya menyibukkan diri dengan terus-menerus mencari
goal yang baru, dan mengganti goal lama yang sebenarnya belum pernah
diusahakan sama sekali. Inilah titik kritis di mana kalau goal seeker
tidak mengalami transformasi menjadi seorang goal getter, waktu hidupnya
akan terus-menerus dipakai untuk mencari goal yang baru. Akibatnya,
setelah beberapa lama, entah beberapa bulan bahkan beberapa tahun, goal
seeker tidak menghasilkan apa-apa sama sekali. Mereka kelihatan sibuk,
tetapi pada dasarnya tidak menghasilkan apa pun (busy but not
productive!) .

Rasanya kita perlu mengingat kata-kata bijak dari co-writer buku The
Power of Focus, yakni Les Brown yang mengatakan "You must take action now
that will move you towards your goals. Develop a sense of urgency in your
life." Ya, diperlukan tindakan dan sesegera mungkin menjadi goal getter.
Ambillah tindakan yang makin mengarahkan Anda menuju goal. Bangun terus
sense of urgency dalam mencapai goal tersebut dengan melakukan transisi
menjadi seorang goal getter, bukan hanya berhenti pada bermimpi saja.

Jadi manusia langka Ada begitu banyak goal setter di dunia ini, tetapi
sedikit sekali yang bisa berubah menjadi goal getter. Jadilah bagian dari
manusia-manusia yang langka ini sehingga hidup Anda bukan hanya berisi
ilusi semata, melainkan juga betul-betul menjadi sebuah realita yang bisa
Anda nikmati, setelah Anda melewati berbagai rintangan di depan goal
tersebut. Dalam hal ini kita perlu belajar dari William Clement Stone,
salah satu orang terkaya di Amerika yang merajut hidupnya dari
mimpi-mimpi yang direalisasikannya sejak kecil.

Bahkan, dengan beraninya, untuk mewujudkan mimpinya, sejak kecil dia
nekat menjual koran di restoran. Tahukah Anda, pada masa itu, menjual
koran di restoran adalah hal yang tabu dan belum pernah terjadi
sebelumnya. Namun, dengan sikapnya yang persisten, ramah serta persuasif,
akhirnya diceritakan bagaimana William meluluhkan hati para pemilik
restoran untuk pertama kalinya mengizinkan seorang anak gembel menjual
koran di restoran mereka. Para pemilik restoran ini sama sekali tidak
menyangka bahwa akhirnya, anak gembel yang gigih dengan semangatnya ini
akan menjadi salah satu orang terkaya di Amerika yang memiliki bisnis
asuransi terbesar pada masanya bahkan menjadi penulis berbagai buku
tentang mental positif.

Dalam bukunya yang terkenal The Success System That Never Fails, dia
berkata, "To solve a problem or to reach a goal, you don't need to know
all the answers in advance. But you must have a clear idea of the problem
or the goal you want to reach." Dengan kata lain, William mengingatkan
para goal getter mereka perlu memiliki kejelasan yang sangat jelas,
spesifik dan detail tentang goal yang mau diraihnya. Semakin spesifik dan
semakin detail goal yang mau diraih bagi seorang goal getter, semakin
jelas dan memudahkan bagi seorang goal getter untuk meraih goal yang
telah ditentukannya saat mengalami transformasi dari goal seeker menjadi
seorang goal getter.

Bahkan, Anda mungkin pernah mendengar ada pepatah yang mengatakan, "A
goal properly set is halfway reached." Saat goal sudah ditentukan,
perjalanan seorang goal seeker menjadi goal getter hanya tinggal setengah
perjalanan lagi, tinggal membuat perencanaan- perencanaan dan
tindakan-tindakan yang akhirnya akan mengarahkannya menjadi seorang goal
getter. Berikutnya, untuk memulai realisasi goal yang telah ditentukan,
hal terpenting bagi seorang goal getter adalah menciptakan momentum.

Momentum, berarti mengambil sebuah tindakan, entah tindakan itu besar
ataupun kecil, tapi mulai melakukan aksi yang intinya membawanya semakin
dekat pada tujuannya. Tindakan itulah yang diperlukan agar mereka mulai
termotivasi untuk segera mewujudkan goal itu.

Benarlah sebuah kalimat bijak yang dikatakan oleh motivator nomor satu
dunia, Anthony Robbins. "The most important thing you can do to achieve
your goals is to make sure that as soon as you set them, you immediately
begin to create momentum. " Dalam rangka menciptakan momentum ini,
biasanya hambatan yang paling sering dialami oleh seorang goal seeker
adalah dalih (excuse) bahwa mereka membutuhkan dan mencari 'timing' atau
waktu yang tepat. Marilah kita percaya, waktu yang tepat itu tidak pernah
ada. Waktu yang paling tepat itu sebenarnya sekarang.

Marilah kita simak tip yang diberikan oleh Napoleon Hill, penulis buku
Think and Grow Rich yang mengatakan, "Don't wait. The time will never be
just right." Sekali lagi, waktu yang terbaik tentu saja sekarang.
Janganlah bermimpi bahwa akan ada waktu yang pas. Mulailah berani
mengambil langkah-langkah awal yang yang akan menuntun kita semakin dekat
dengan goal kita. Yang jelas, penyebab seorang goal seeker gagal menjadi
seorang goal getter adalah kurang atau tidak adanya tindakan untuk
merealisasikan goal.

Saya mengenal seorang sahabat saya yang punya rencana membangun bisnis
media sejak 5 tahun yang lalu. Sampai sekarang pun dia masih terus
mencita-citakannya. Itulah contoh goal seeker yang terus-menerus berada
di penantiannya. Jangan menjadi pribadi yang demikian. Marilah, mulai
saat ini jadilah seorang goal getter bukan sekadar goal seeker yang
selalu terus-menerus membuat goal. Jadikan 2009 menjadi tahun yang
spektakuler bagi Anda, bukan hanya karena banyaknya jumlah impian Anda
melainkan juga karena banyak impian Anda yang bisa terwujud!

oleh Anthony Dio Martin



New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

Monday, January 19, 2009

idak Ada Krisis, Yang Ada Hanya Mengubah Sudut Pandang





Apa betul saat ini tidak ada krisis ? ada, jelas didepan mata. Ekonomi global sedang redup, banyak PHK, mesin produksi terhenti, ekonomi melambat, konsumsi menurun, daya beli drop banget.


Tapi kita kita mendengarkan wejangan pakar bisnis/marketing, ternyata apapun kondisinya, mau ekonomi normal, bomming atau krisis, jawabannya sama. Apa itu ?

Saat Ekonomi Normal : ketika kita tanya apa strategi bisnis/marketing yang tepat untuk saat ini ? jawabannya tetap lakukan aktivitas bisnis/marketing. Kondisi ekonomi yang normal ini akan makin tumbuh segera. Lakukan dengan dahsyat, jangan lakukan secara normal. Tunjukkan diferensiasi Anda dintara kompetitor Anda yang saat ini normal-normal saja. Jika saat normal saja Anda bisa menguasai pasar, nanti saat booming Anda tinggal memetik keuntungannya yang dahsyat...dst

Saat Ekonomi Booming : ketika kita tanya apa strategi bisnis/marketing yang tepat untuk saat ini ? jawabannya lakukan aktivitas marketing lebih dahsyat. Ambil dan kuasai momen booming ini, raih pencapaian penjualan dengan segera. Momen ekonomi booming kadang tidak lama. Perkuat tim marketing, perluas jaringan, raih pelanggan sebanyak-banyaknya, tingkatkan layanan pelanggan, dst ...

Saat Ekonomi Lesuuu/krisis : ketika kita tanya apa strategi bisnis/marketing yang tepat untuk saat ini ? jawabannya lakukan aktivitas marketing lebih dahsyat. Ketika kompetitor Anda mulai mengurangi budget iklan, mengurangi aktivitas penetrasi pasar, saatnya Anda terus invest, terus melakukan aktivitas marketing yang dahsyat. Karena ketika ekonomi recovery, Anda sudah siap. Lihat siapa-siapa saja mereka yang unggul saat ini, adalah mereka yang pada saat krisis 1998 tetap melakukan investasi, melakukan aktivitas marketing, sehingga brand-nya sangat kuat saat ini, produknya sangat dikenal, karena semua kompetitornya saat itu (1998) sedang tiarap.

Jadi APA YANG BERBEDA ? TIDAK ADA !!! Para pakar bisnis/marketing, anjurannya SAMA !! TETAPLAH INVESTASI dan LAKUKAN AKTIVITAS MARKETING YANG DAHSYAT !!

Ternyata kita hanya diminta untuk mengubah SUDUT PANDANG aja ....

salam sukses
rosihan
www.saqina.com

Saturday, January 17, 2009

Mulailah dari yang terkecil, mulai dari yang termudah, dan mualilah dari sekarang

“Mulailah dari yang kecil, mulai dari yang termudah dan mulailah dari sekarang”


Saya seneng sekali dengan tagline diatas, very-very-very Inspiring menurut saya. Bahkan perusahaan otomotif yang raksasa, Toyota pun selalu mengaplikasikan hal ini, dan lihat saja sekarang perusahaan otomotif yang tertua di Amerika sana pun sebentar bisa di geser dominasinya oleh Toyota. Perusahaan segede mbahnya gajah itupun ternyata mengaplikaskan (Mulailah dari yang kecil, mulai dari yang termudah dan mulailah dari sekarang)ini.

Saya pernah menjadi jadi ujung tombak sebuah project team, dan goal-nya adalah bagaimana kita mudah memanage Asset Perusahaan.

Sekedar gambaran saja, jumlah asset di perusahaan itu, misalnya untuk Company yang di Indonesia saja jumlahnya bisa sampai puluhan ribu Asset (kalau nilai 1 asset terkecil saja misalnya 5 juta, dan yang gede bisa puluhan Milyar seberapa besar nilai uangnya ya...hehehe..). Ada sekian ribu mesin las, sekian ribu komputer, sekian ratus gedung, sekian ribu mesin2 yang lain.
Setiap tahun perusahaan harus membuat laporan keuangan yang akurat, artinya laporan asset harus akurat, ditambah lagi yang namanya Asset itu juga terkait erat dengan pricing untuk menentukan harga sebuah mobil.

Agar laporan asset itu akurat, maka harus ada pengecekan fisik asset di lapangan dan harus matching dengan yang ada di buku nya orang keuangan, padahal yang namanya Asset banyaaaa...kk sekali yang bergerak setiap tahun, pindah mesin ini kesana, beli mesin baru buat project ini, bikin pabrik baru, kirim asset ke perusahaan toyota yang lain, membuang asset yang tidak berguna..dll..dll...

Sementara di perusahaan lain, misalnya di sebuah BUMN tempat saudara bekerja, mengecek asset yang tidak sebanyak itu, dia membutuhkan waktu hampir setahun untuk menghitung asset2nya dengan benar dan akurat, artinya ketika menghitung asset yang terakhir, maka sudah saatnya harus menghitung asset yang pertama lagi...pusing kan..?

Ada IDE GILA..!
"Saya mau agar proses ngitung assset ini targetnya 2 hari bisa rampung, dan tahun berikutnya 1 hari bisa rampung, dan tahun berikutnya cukup 2 jam..!" Kata bos Jepang .
Perintah gila kan...? Di Indonesia saja bisa setahun ngitung asset, si bos ini maunya ngitung asset 2 jam rampung, yang bener saja bos..pikir saya ketika melihat action plan salah seorang temen saya di Jepang.

Dan ajaibnya, beberapa tahun kemudian target itu hampir tercapai, ketika itu saya bisa melihat asset puluhan ribu itu bisa di laporkan denga akurat hanya dalam waktu setengah hari..!
Dan tahun 2004 saya di berangkatkan ke Jepang dan salah satu tugas saya adalah bagaimana mengaplikasikan hal itu ke Indonesia, dan dari situlah saya mengenal “Mulailah dari yang kecil, mulai dari yang termudah”
Awalnya saya bingung harus mulai dari mana belajarnya, pasti akan banyak buku aneh-aneh berbahasa kanji, atau bahasa Inggris dan saya harus membaca buku-buku yang tebal itu, atau saya di suruh setiap hari di kelas mendengarkan kuliah sebagaimana orang traninning pada umumnya...

Ternyata dugaan saya keliru..!

Oleh sang guru saya diajak ke pabrik, ke lokasi yang kecil, dan disana saya dipertemukan dengan kepala group yang membawahi beberapa orang di lapangan.
“Hadi san, semuanya dimulai dari sini, dari tempat kecil dan sederhana ini. Kalau Hadi san bisa memanage asset yang jumlahnya puluhan ini, maka kamu juga bisa memanage asset yang tidak terkira banyaknya”

Saya garuk-garuk kepala...kalau Cuma mesin las sekitar 50an seperti ini sih 30 menit sampai 1 jam juga rampung..pikir saya.

“Bisa nggak Hadi san ngitung asset in dengan akurat dan di kasih waktu 3 jam..?” Kata Sensei (guru) saya.
“ Haik, Dekimasu...kore wa kantan desu (bisa dong, itu mah sederhana Oom..) “ kata saya dengan senyum lebar
“1 jam bisa” katanya
“Bisa dong , 30 menit juga bisa” Kata saya
“ 15 menit..?
” Bisa, sendirian kah..? Kalau kerja keras masih memungkinkan “ kata saya..
“60 detik bisa”“Dekimasen desu..(enggak bisa Oom..mana mungkin)” emang ngecek asset sama kayak sprint pikir saya...

“Kalau kamu sudah bilang tidak mungkin maka kamu tidak pernah akan berusaha, padahal kita bisa lebih cepet dari itu loh...30 detik (Nah loh..)” katanya...

“Menghitung 50an assset bisa 60 menit, apakah apakah sensei ngecek asset sambil lari-lari kenceng.?” kata saya..

“Siapa bilang harus one by one, nih cukup jalan saja ke papan itu, dan saya cek saja papan asset itu, setiap ada pergerakan asset alamatnya selalu di update dan saya percaya akurasi data itu sama seperti akurasinya komputer di Bank tempat saya menyimpan uang” katanya

“Dan saya hanya butuh waktu 30 detik untuk mengecek akurasi assetsaya, dan silahkan kamu counter cek dengan yang di lapangan secara sampling, berapapun Hadi san mau ambil sample...akurat apa enggak” katanya.

Saya coba-coba cek, dari asset gede di depan mata sampai asset yang terkecil di kolong-kolong....ternyata semua akurat bo..!
Pantes saja mereka bisa pamer kalau ngitung asset di Jepang yang puluhan ribu setengah hari selesai, bahkan mungkin sekarang bisa bener-bener 2 jam sesuai target mereka.
“Gimana bisa begitu sensei..?” sambil garuk-garuk kepala karena takjub...
“Mulailah dari yang kecil, mulai dari yang termudah” lagi-lagi ngomong begitu doi...
Mulainya dari sini, katanya “Buatlah peta tempat yang ukurannya 20x20 meter ini, buatlah gambar-gambar dimana asset2 itu berada, buatlah aturan (rule) kalau ada mesin baru masuk atau keluar dari area ini maka peta harus di update“

“Area kecil ini adalah percontohan, kalau sudah sempurna petanya, aturan-aturan mainnya selesai, maka ajarkan ini kesemua operator-operator yang ada di lapangan, bagi mereka pekerjaan ini sederhana dan menyenangkan, karena mereka pasti mengenal betul ada mesin-mesin apa di sekitar mereka”

“Kalau mereka sudah tahu caranya, mintalah kepada kepala group agar menjadikan ini sebagai bagian pekerjaan mereka dan kepala group, spuervisor dan manager menjadi penanggung jawabnya”
“Proses menduplikasikan apa yang sudah baik di area 20x20m yang kecil ini ke area 20x20m yang lain, terus yang lain agi, yang lain lagi..ini disebut YOKOTEN”
“Jadi...sudah tahu ya.. Mulailah dari yang kecil, mulai dari yang termudah, lalu improve-improve sampai bagus, sampai di dapat model yang bagus, dan duplikasikan, dan tidak sampai 2 tahun area pabrik kamu seberapapun gedenya juga bisa selesai, dan setelah itu kamu mudah dan enak melaporkan data asset yang akurat dan tidak sampai 1 hari selesai.!” Kataya mantap..

“Haik..wakarimashita..(Yes bos..saya faham dan mengerti).!” Kata saya.

Begitulah ceritanya..dan cerita ini akan bersambung, dan akan menarik sekali. Karena saya akan bercerita secaram langsung dari lapangan tentang perjalan saya dan perjalanan orang-orang di sekitar saya yang sedang “Memulai dari yang kecil dan memulai dari yang termudah”
Hanya bedanya topiknya bukan lagi menghitung asset, tapi topiknya adalah tentang perjalanan bisnis, dan sebagian orang umumnya akan memulai bisnis setelah mereka memiliki modal, artinya mereka MENUNDA BELAJAR karena menunggu modal.

Apakah yang seperti ini bener..? Bisa jadi bener...tapi ingat selain modal ADA VARIABEL LAIN yang perlu juga anda pertimbangkan, yakni WAKTU..! belum lagi embel-embel yang lain , macam takut, khawatir dll
Ya..something yang tidak kelihatan ini tanpa kita sadari ternyata justru garis batas yang sesungguhnya...modal anda gede, tapi kalau dapetnya 20 tahun lagi setelah anda pensiun dengan sisa waktu produktif hanya 5-10 tahun apa ya bisa..? Apa ya anda mau belajar dari awal..? Apa ya anda mau baca-baca buku..?Apa anda mau blusukan ke pasar..? (Bonus akhir saja oleh istri dibeliin furniture dan ranjang 5 juta engga pake mikir..mo buat bisnis kok takut...heheh)

Kalau anda tidak yakin, maka mulailah dari sekarang, sejak anda membaca tulisan ini. Lah saya belum punya modal gede, belum punya ruko, belum punya uang buat sewa..?
Mulailah dari yang kecil, dan mudah...manfaatkan 1-2 juta uang yang anda miliki saat ini buat belajar, maanfaatkan mobil pasif anda, maanfaatkan garasi anda, maanfaatkan toko nganggur saudara anda, maanfaatkan sebagian kecil teras anda, maanfaatkan motor anda...

Nantikan cerita menarik sambungan dari tulisan panjang ini, saya akan menceritakan bagaimana saya membuat outlet-outlet yang saya sebut Hasuko Distro, yakni Distro Peralatan tidur yang saat ini masih berupa prototype seperti cerita area 20x20m diatas.

Cerita ini akan saya tulis di blog ini, baik ketika ada WINNING maupun ada OOPS secara langsung, saya tidak tahu persis apakah Distro itu nantinya akan menjadi besar dan bener-bener tersebar di seluruh penjuru tanah air dan negara tetangga seperti bayangan di kepala saya saat ini..? Wallahu A’lam, yang pasti saya akan berusahan menikmati perjalanan ini....meski saat ini di seputar saya toko-toko dan mall-mall yang gede seperti yang saya bayangkan sudah banyak bertebaran..tapi justru disitulah seninya....Speed & Creative...itulah kuncinya..

“Mulailah dari yang kecil, mulai dari yang termudah dan mulailah dari sekarang”

Nantikan tulisan berikutnya

Enjoy your business adventure..!

Hadi Kuntoro

NB:
Setahun yang lalu, seminggu sebelum saya resign, saya pernah berguru kepada seseorang untuk bisa pede ngomong, dan pede gaul, dan pede apa saja...sampai tebal muka..heheh...(Lihat kisah ketika saya belajar bersama beliau di LINK :6 Hari Menjelang Resign) dan yang surprise guru saya itu sekarang juga sedang “Memulai hal yang kecil dan mudah juga” ssst....beliau ikutan menjadi agen selimut Jepang Juga, meskipun saat ini beliau sudah punya kantor di Suite yang tinggi banget....Hallo Pak Guru, semoga anda membaca note ini....selamat berjuang Pak Guru..!

Friday, January 16, 2009

Bagi Habiebie Impossible is nothing

Habibie <http://habibieafsya h.com/>, namanya terasa akrab di telinga saya.
Bukan, bukan karena nama ini mengingatkan saya kepada sosok orang besar yang
pernah memimpin Indonesia dengan cukup sukses walau pun hanya sebentar.
Bukan. Nama ini bukan merujuk ke orang itu.

Saya pernah mendengar namanya disebut-sebut oleh Pak Tung Desem Waringin
dalam seminarnya.

Kali kedua saya mendengar kembali nama itu. Tepatnya hari Sabtu lalu, saat
diundang menjadi pembicara dalam seminar kewirausahaan yang diadakan oleh
EInvest, sebuah komunitas bisnis yang dirintis oleh para alumni UI, di
Auditorium FTUI Depok.

Pembicara setelah saya adalah Habibie (www.habibieafsyah. com). Siapa
Habibie? Dari tulisan yang sempat saya lirik di tangan pembawa acara,
tertuis dia adalah seorang internet marketer yang sukses.

Saat saya berpamitan dengan panitia, Habibie datang bersama rombongan dari
Bandung. Ia diantar oleh keluarga dan teman-temannya.

Yang mana Habibie? Rupanya ia adalah sosok yang duduk di kursi roda itu.
berbaju abu-abu, ia duduk dengan tangan dan kaki terkulai lemas. Habibie
lumpuh, begitu kesimpulan saya. Melihat dia, saya teringat dengan Stephen
Hawking, fisikawan jenius penemu teori Big Bang itu. Tapi Habibie bisa
berbicara, walaupun tidak begitu jelas.

Habibie ia adalah alumni Global Internet Summit yang diadakan oleh TDW
Resources. Ia adalah salah satu alumni yang sukses mempraktekkan ilmu dari
seminar itu.

Saya kagum dan terinspirasi dengan anak muda yang saya perkirakan baru
berusia 20-an ini. Baginya tidak ada yang tidak mungkin. Impossible is
nothing, seperti kata iklan Adidas (?).

Keterbatasannya itu membuatnya fokus dan berkonsentrasi kepada
kemungkinan- kemungkinan yang bisa dilakukannya. Ia bisa pakai laptop dan
bisa mengakses internet dengan keterbatasan ini. Dan ia melakukannnya dengan
sukses, artinya mencetak uang dari laptopnya.

Kedatangannya, memperlambat langkah saya keluar dari auditorium. Materi
seminar yang saya berikan dengan begitu bersemangat dan antusias terasa
'hambar' ditelan kharisma sosok Habibie. Ya, saya mencetak semua prestasi
bisnis itu dengan kondisi tanpa kekurangan apa pun. Saya sehat wal afiat,
bebas bergerak ke mana pun saya suka. Sedangkan Habibie? Dunianya hanya
selingkar yang bisa dijangkau oleh kursi rodanya.

Seorang anak muda dengan penampilan cukup ganteng dan tinggi mendekati saya
dan menyodorkan sebuah buku tulis berisi tulisannya.

Saya baca tulisannya. Tertulis di sana bahwa ia merasa termotivasi mendengar
materi saya. Ia bertekad akan mencontoh apa yang saya lakukan.

Ia meminta saya untuk membaca dan membubuhkan tanda tangan di bagian bawah
tulisan itu.

Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya.

Saya masih belum ngeh.

Setelah itu ia menuliskan sesuatu lagi. Ia meminta alamat dan nomor kontak
saya.

Saya baru tersadar. Ia tidak bisa berbicara.

Namanya Agung. Usianya 24 tahun. Ia juga adalah rombongan Habibie dari
Bandung. Rupanya Habibie telah merangkul teman-temannya yang memiliki
keterbatasan fisik untuk mengikuti jejaknya.

Habibie, Agung, saya sungguh malu dan terharu dengan kalian. Saya dengan
segala kelengkapan fisik ini merasa belum mengerahkan kemampuan dengan
maksimal.

Saya teringat dengan teman-teman saya yang masih suka berkeluh kesah dengan
segala kendala bisnis yang dihadapinya. Kurang modal, kurang ilmu,
persaingan ketat dan sebagainya kerap disebut sebagai alasan.

Saya mau kasih lihat kepada mereka. Ini lho Habibie. Lihatlah dia! Masih
maukah anda mengeluh dan beralasan setelah melihat Habibie?

NB: Minggu lalu saya menonton Kick Andy dan bintang tamunya adalah Habibie.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Badroni Yuzirman

Susahnya Excuse di TDA

Assalamu'alaikum wr. wb.

Excuse adalah salah satu komponen dari BED (Blame-Excuse- Denial) yang
diajarkan Brad Sugar terkait dengan mental menyalahkan dan banyak alasan
untuk menutupi kekurangan kita.

Terutama sekali ketika kita tidak action atau gagal dalam bisnis, maka BED
ini pasti menghampiri. Blame pihak lain yang menjadi sebab, Excuse karena
kurang modal atau paling parah Denial bahwa diri kitalah sebenarnya yang
salah.

Terkait Excuse, di TDA sulit sekali melakukannya. Saya sendiri gak berani.
Contoh excuse belum action buka usaha umpamanya maka akan ada saja contoh
member TDA lain yg akan dengan segera mematikan dan mematahkan excuse
tersebut.

'Pantes si anu bisa bisnis, modalnya dari gaji karena jabatannya yg tinggi'.
'Loh pak ES itu modal nol loh bahkan minus karena punya hutang'.

'Pantes si fulan bisnis karena sebagai pegawai gajinya kecil banget'.
'Loh pak HK dan lainnya itu justru punya jabatan tinggi, anak buah banyak,
gajinya bisa buat beli motor saban bulan tapi ia mau bisnis dan bahkan sudah
resign'.

'Ya, pak R, AA dan FR kan orang IT jadi bisnisnya bisa didukung teknologi
tinggi'.
'Loh, bu AW, pak MA itu gaptek banget cuma mau belajar, ikut training
dan menjaga silahturahim akhirnya bisa bikin toko online dan sukses.

'Mana mungkin saya bisnis, PNS susah dapet modal, waktu dan udah aman'.
'Loh pak YH dan bu AW itu mantan PNS loh'.

'Saya kan udah tua'.
'Loh, pak H, pak AA dan lainnya itu udah diatas 55 dan ada yg baru mulai
bisnis, sukses juga'.

'Saya kan masih muda, masih kuliah'.
'Loh, mas AW, mas AS dan banyak lainnya mengawali bisnisnya dari kuliah dan
sukses'.

'Ngapain bisnis, orang tua saya kaya tujuh turunan'.
'Loh, mas Y dan AS itu bapaknya pejabat tinggi tapi mau bisnis'.

'Saya kan punya kekurangan fisik'.
'Anda pasti belum kenal mas Y dan adik H yang berkursi roda'.

'Saya tidak mendapat restu orang tua'.
'Pak HK juga pernah mengalami tapi strategi show me the money dan istiqomah
meluluhkan hati sang bunda'.

Dan begitu banyak alasan yang bisa diungkapkan. Anda mau berasalan ? Klo iya
jangan diungkapkan di TDA karena rasakan sendiri akibatnya hehe. Lebih baik
jika anda ditanya 'Mengapa belum action' jawablah : ada ddeeehhh :).

Wassalam.

-Eko June-

anda tidak perlu hebat untuk memulai
tapi anda harus memulai untuk menjadi hebat

Sales Ala KFC

Pernahkah Anda makan di Kentucky Fried Chicken?
Ah, Tentu saja!

Tahukah Anda, bahwa Kentucky mempergunakan jurus penjualan yang sangat smart?

Ya, KFC sangat piawai dalam melakukan cross selling.

Berikut adalah sebuah contoh yang dibagikan Pak Tung Desem Waringan dalam acara bedah buku terbarunya, Marketing Revolution, pada tanggal 1 Juli 2008 yang lalu di Gramedia Matramam.

************
Jika Anda membeli makanan di Kentucky, kasir KFC akan dengan ramah menyapa Anda ...

“Selamat malam Bu! Ayamnya crispy atau original?”

Perhatikan, disini Anda tidak mempunyai pilihan kata tidak. Anda diarahkan untuk memilih satu diantara dua, bukan antara ya dan tidak! Biasanya Anda memilih salah satu khan?

“Dada atau paha?”

Penguatan no other choice diatas!

“Minumnya apa?”

Cross selling dimulai …

“Mau tambah supnya?”

Another cross selling …

“Kentangnya, Bu?”

“Eskrimnya?”

“Perkedelnya?”

Jika masih tetap menolak, mereka akan mengeluarkan jurus terakhirnya …

“Kami sedang mengadakan promosi terbatas! Hanya dengan menambah 5 ribu saja, Anda bisa mendapatkan mainan yang sangat menarik!”

Akhirnya, sebagian besar pelanggan akan membeli lebih banyak dari rencana semula. Dan ini merupakan peningkatan penjualan yang luarbiasa…

Hanya dengan mengucapkan beberapa kata tambahan,
Anda dapat meningkatkan omset penjualan Anda.

Jika setiap konsumen membeli dua kali lebih banyak, maka omset KFC akan naik 100% lebih!
Bagaimana jika belanjanya empat kali lipat?

Untuk dapat menerapkan jurus ini pada bisnis Anda, caranya sederhana;
1. Buatlah sales script (hal-hal apa yang ingin anda ucapkan)
2. latihlah team Anda sampai mahir
3. Praktek langung dan perbaiki bila perlu.

Sederhana tapi efektif, bukan?

"Mau tambah jurus lain?" ...
"tentang sales?"
"tentang street smart marketing"

Ikuti terus artikel yang akan datang !

Sumber: Tung Desem Waringin, Marketing Revolution, Gramedia Pustaka Utama dan sumber lainnya.

Wednesday, January 14, 2009

Activity VS Action

Assalamu'alaikum wr. wb.
Menarik sekali tema NATO (No Action Talk Only) yang bisa dikembangkanmenjadi NANO, NALO, NASO, NABO, NAMO dll.
Selama ini kita terlena karenaperasaan udah banyak belajar, ikut seminar, silahturahim, baca buku bahkan ikut milis usaha dan pengusaha TDA dll tapi gak ada action/aksi yang dilakukan.
Akan tetapi banyak juga dari kita, mungkin termasuk saya, yang justru sudah merasa action padahal itu bukan (lagi). Nah loh, maksudnya ?. Ya, karenasiapa tau yang kita lakukan itu sudah bukan action/aksi lagi, tapiactivity/aktivitas.
Bedakan antara ACTION dan ACTIVITY, menurut Dr. Richard Claproth. Action adalah tindakan yang kita lakukan dengan dilandasi kekuatan dansemangat yang membara, deg-deg-an karena mungkin yang pertama kali, bis ajadi merupakan suatu respon ketika situasi mengharuskan dan bisa diukur (tesand measure) Sedangkan Activity adalah kegiatan atau kesibukan yang tidak selalu perlu memakai kekuatan dan semangat, kadang bukan respon terhadap masalah danbiasanya tidak bisa diukur.
Ketika kita memutuskan memiliki usaha untuk pertama kali, buka toko umpamanya, itulah action kita. Ada kekuatan dan semangat disana, ada reason lalu dream dan belief-nya. Bisa jadi adalah respon terhadap masalah, kurang uang umpamanya, atau mau pensiun atau PHK. Dan bisa diukur, berhasil atau tidak, berapa lama balik modal dll. Sedangkan setelah itu, menjaga toko, melayani pembeli, beriklan, kulakan, melatih karyawan, sudah menjadi kebiasan, menjadi rutinitas, menjadi aktifitas. Aktifitas juga bisa menimbulkan delusi, kesannya sibu ktapi ternyata gak ada hasil. Kecuali ketika kita membuka toko kedua dengan lokasi baru, sepertikebanyakan rekan TDA lakukan, atau beriklan dengan konsep baru, mendapat supllier/produk baru, maka itu sebagian action. Ada tantangan baru.
Itulah kenapa TDA selain Tangan Di Atas adalah singkatan dari Take DoubleAction bukan Activity hehe.
Namun menjadi catatan juga, activity tetap diperlukan untuk menunjukan komitmen kita, ke-istiqomahan dalam menjalankan usaha bahkan dari activity-lah kadang muncul action.Tetaplah lakukan Aktivitas bersilahturahmi, dari sana bisa muncul Action buka usaha konter pulsa karena ketemu partner-nya. Tetaplah belajar, nge-blog, mengasah ide, baca buku, karena dari sana Insya Allah munculAction bikin iklan mutakhir, diajak wawancara media dll.
Jadi, bagi yang sudah memutuskan memiliki usaha, memiliki karyawan, selamat anda sudah ACTION tapi jangan terlena karena hal itu akhirnya kemudian hanyam erupakan ACTIVITY. Yang belum Action ? berarti belum beranjak kemana-mana karena langkah ke 1000 selalu diawali langkah pertama, satu jam selalu diawali langkah per detik.Keep double our action, never ending action. Then the miracle will keepcoming.
Wassalam.
-Eko June-www.ekojune. blogspot. com